IHSG Ambles Hampir 20 Persen Cetak Performa Terburuk di Dunia

IHSG Ambles Hampir 20 Persen Cetak Performa Terburuk di Dunia
Foto: Ilustrasi IHSG Ambles Hampir 20 Persen Cetak Performa Terburuk di Dunia.

Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) mengalami kejatuhan hampir 20 persen sepanjang year to date (ytd) hingga menyentuh posisi 6.956,80. Dilansir dari Investortrust, catatan merah ini menempatkan performa indeks saham BEI sebagai yang terburuk di dunia.

Dalam periode pekan ini, IHSG BEI merosot sebesar 2,42 persen menuju level 6.956. Posisi tersebut merupakan level terendah dalam 10 bulan terakhir, yang mengakibatkan kapitalisasi pasar (market cap) BEI menyusut sebesar Rp 354 triliun menjadi Rp 12.382 triliun.

Kemerosotan indeks saham yang mencapai hampir 20 persen sepanjang ytd dipicu oleh jatuhnya saham-saham big cap. Selain itu, aksi jual bersih (net sell) yang terus berlanjut di hampir seluruh sektor saham turut memperparah kondisi ini.

Beberapa saham yang menjadi penekan utama indeks sepanjang ytd meliputi DSSA yang anjlok 60,02 persen, BBCA melemah 27,55 persen, dan BREN turun 54,02 persen. Selain itu, saham BBRI melemah 18,31 persen, FILM merosot 83,59 persen, BRPT turun 43,88 persen, serta TLKM jatuh 19,25 persen.

Penurunan tajam sepanjang ytd melanda hampir seluruh sektor saham. Sektor properti mencatatkan koreksi terdalam lebih dari 21 persen, disusul sektor infrastruktur di atas 24 persen, sektor teknologi lebih dari 19 persen, sektor energi di atas 15,67 persen, dan sektor keuangan yang anjlok 12,37 persen. Di sisi lain, sektor material dasar tampil resilien dengan kenaikan sebesar 4,08 persen.

Investor asing membukukan penjualan bersih (net sell) saham senilai Rp 7,06 triliun dalam periode pekan ini sepanjang 27-30 April. Aktivitas tersebut menambah akumulasi total net sell oleh pemodal asing sepanjang ytd yang kini menembus Rp 49,87 triliun.

Pemodal asing merealisasikan penjualan bersih terbesar pada saham BBCA yang mencapai Rp 2,06 triliun. Aksi pelepasan berlanjut pada saham BMRI senilai Rp 1,66 triliun, BSDE sebesar Rp 1,50 triliun, BBRI mencapai Rp 1 triliun, dan ANTM senilai Rp 467 miliar.

Sebaliknya, terdapat lima saham yang membukukan pembelian bersih (net buy) terbesar oleh asing pekan ini. Posisi pertama ditempati RLCO senilai Rp 330,88 miar, diikuti BBNI sebesar Rp 172,07 miliar, INCO senilai Rp 157,36 miar, MDKA mencapai Rp 142,37 miar, dan EMAS senilai Rp 120,41 miliar.

Artikel terkait

Rekomendasi