IHSG Ambles 26,45 Persen Menkeu Purbaya Tetap Optimistis Tembus 10.000

IHSG Ambles 26,45 Persen Menkeu Purbaya Tetap Optimistis Tembus 10.000
Foto: Ilustrasi IHSG Ambles 26,45 Persen Menkeu Purbaya Tetap Optimistis Tembus 10.000.

Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) sedang mengalami tekanan besar sepanjang tahun ini. Seperti dikutip dari Suara, IHSG terperosok hingga 26,45 persen sejak awal tahun (year-to-date) ke level 6.434,35 pada perdagangan Senin (18/5) pukul 10.41 WIB.

Aksi jual masif di pasar modal sempat menyeret indeks ke posisi terendah dalam 52 minggu terakhir, yaitu di level 6.425,95. Kondisi ini berbanding terbalik saat IHSG mencapai masa kejayaan di level tertinggi 9.174,47.

Pada perdagangan hari ini, IHSG dibuka pada level 6.628,98 dengan pergerakan di rentang 6.425,95 hingga 6.631,28. Padahal, pada hari sebelumnya indeks saham domestik ini ditutup pada level 6.723,32.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa tetap menunjukkan sikap optimistis terhadap masa depan pasar saham domestik. Menkeu meyakini IHSG masih memiliki kemampuan untuk menembus level psikologis 10.000 pada tahun ini.

Purbaya menilai koreksi tajam yang menimpa IHSG saat ini murni terjadi karena dampak sentimen negatif perekonomian global. Faktor pelemahan ini bukan berasal dari masalah domestik karena fondasi ekonomi Indonesia saat ini dinilai masih sangat kokoh.

"Kalau ekonominya bagus, nanti (IHSG) naik cepat. Makanya fokus saya adalah jaga itu (ekonomi), bukan jaga IHSG. Karena IHSG akan menyesuaikan secara otomatis ke fundamental ekonominya," ujar Purbaya, Jumat, (24/4/2026).

Pemerintah memilih untuk tidak bersikap panik dalam menghadapi fluktuasi harian di pasar saham. Fokus utama kebijakan saat ini adalah menstabilkan sektor riil serta makroekonomi nasional.

Purbaya percaya bahwa kepercayaan investor akan segera kembali saat fundamental ekonomi domestik terbukti tangguh. Kondisi tersebut dipercaya bakal mendongkrak kembali posisi IHSG ke zona hijau.

Gambaran Volatilitas Pasar

Volatilitas pasar saham sebelumnya terlihat nyata pada perdagangan Jumat (24/4) yang lalu. Saat itu, IHSG ditutup melemah signifikan sebesar 3,38 persen atau kehilangan 249,12 poin ke posisi 7.129,49.

Penurunan tajam tersebut ikut menyeret indeks saham unggulan LQ45 yang merosot 3,51 persen menuju level 690,76. Saat ini, para pelaku pasar terus mengamati langkah-langkah strategis yang diambil pemerintah untuk menjaga stabilitas ekonomi di tengah ketidakpastian global.

Artikel terkait

Rekomendasi