Indeks harga saham gabungan (IHSG) dibuka melemah signifikan sebesar 87,7 poin atau 1,44 persen ke posisi 6.007,17 pada sesi I perdagangan Jumat (22/5/2026). Seperti dilansir dari Investor Daily, pergerakan indeks bahkan sempat menembus ke bawah level psikologis 6.000 tidak lama setelah pasar dibuka.
Data dari Bursa Efek Indonesia (BEI) pada menit-menit awal menunjukkan volume perdagangan telah mencapai 944,7 juta saham. Nilai transaksi tercatat sebesar Rp 521,7 miliar dengan frekuensi perdagangan yang baru menyentuh angka 68,2 ribu kali transaksi.
Dalam awal perdagangan ini, peta pergerakan saham didominasi oleh tren negatif. Tercatat hanya 94 saham yang menguat, sementara 397 saham mengalami koreksi, dan 468 saham lainnya bergerak stagnan.
Meskipun indeks keseluruhan mengalami tekanan hebat, sejumlah saham tetap berhasil membukukan lonjakan harga yang signifikan. Beberapa emiten mencatatkan kenaikan harga berkisar antara 8 persen hingga 22 persen pada awal sesi pertama.
PT Ricky Putra Globalindo Tbk (RICY) memimpin penguatan dengan melonjak 22,62 persen menuju level 103. Di posisi berikutnya, saham PT Magna Investama Mandiri Tbk (MGNA) juga melejit sebesar 18,37 persen menjadi Rp 116.
Emiten lain yang mengisi daftar top gainers meliputi PT Prima Globalindo Logistik Tbk (PPGL) yang melesat 9,55 persen ke level Rp 195. Diikuti oleh Saraswanti Anugerah Makmur Tbk (SAMF) yang naik 9,03 persen ke level Rp 314, serta PT Tira Austenite Tbk (TIRA) yang meningkat 8,94 persen ke level Rp 670.
Sentimen Negatif dan Prediksi Analis
CGS International Sekuritas Indonesia memproyeksikan pergerakan IHSG masih akan melanjutkan tren pelemahan pada hari ini. Pergerakan indeks diperkirakan berada dalam rentang support 6.000-5.900 dan resist 6.190-6.285.
Ada beberapa faktor utama yang diprediksi menjadi penekan laju indeks. Sentimen negatif tersebut datang dari kelanjutan aksi jual pemodal pada saham-saham yang keluar dari indeks MSCI, penurunan harga mayoritas komoditas, serta tekanan yang kembali terjadi pada nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.
ÔÇ£IHSG diprediksi akan melanjutkan pelemahannya dengan kisaran support 6.000-5.900 dan resist 6.190-6.285,ÔÇØ tulis CGS International Sekuritas Indonesia dalam ulasannya.
Untuk aktivitas trading pada Jumat (22/5/2026), CGS International Sekuritas Indonesia mengeluarkan rekomendasi untuk beberapa saham tertentu. Beberapa saham pilihan tersebut adalah HMSP, WIIM, CPIN, BRIS, SSIA, dan AMRT.
Kondisi Pasar Modal dan Sektor Bisnis Terkait
Di tempat terpisah, otoritas bursa secara resmi telah membuka kembali penghentian sementara perdagangan untuk saham CTTH pada sesi I. Sesaat setelah suspensi dicabut, pergerakan harga saham CTTH terpantau langsung mengalami penurunan tajam.
Terkait kondisi makroekonomi, pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS direspon oleh Kementerian Perdagangan sebagai momentum bagi pelaku UMKM. Kemendag mendorong pelaku usaha lokal untuk memanfaatkan situasi ini guna menggenjot volume ekspor ke pasar global.
Sementara itu, ekspansi korporasi di sektor ritel kesehatan dan kecantikan tetap berjalan di tengah dinamika pasar. Watson Indonesia mengumumkan target pembukaan 8 apotek baru setiap bulan sepanjang tahun 2026, yang diawali dengan peresmian gerai baru di kawasan Bintaro Sektor 9, Tangerang Selatan.