Aksi lepas saham oleh pemodal asing mewarnai penurunan tajam Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI). Dilansir dari Investortrust, penjualan bersih (net sell) oleh investor asing menembus Rp 2 triliun pada perdagangan Jumat (24/4/2026).
Kondisi tersebut berjalan beriringan dengan kejatuhan IHSG yang merosot hingga 249,12 poin atau setara 3,38 persen. Target pelemahan ini membawa indeks mendarat ke level 7.129 pada penutupan pekan.
Sektor perbankan menjadi tumpuan utama aksi lego jangkar para pemodal internasional. Saham BBCA menempati urutan teratas net sell dengan nilai mencapai Rp 2,10 triliun, diikuti oleh BMRI sebesar Rp 618,94 miliar, dan BBRI yang menyentuh angka Rp 447,25 miar.
Pelepasan aset juga melanda saham IMPC dengan nilai Rp 106,77 miliar serta TLKM sebanyak Rp 92 miliar. Di sisi lain, arus modal masuk atau pembelian bersih (net buy) masih membukukan angka signifikan pada saham SRTG senilai Rp 814,55 miliar.
Sejumlah saham lain yang turut diburu investor asing meliputi EMAS dengan jaminan bersih Rp 277,43 miliar, BBNI sebesar Rp 77,85 miliar, BULL senilai Rp 73,23 milar, serta INCO yang mengantongi Rp 71,61 miliar.
Kemerosotan pasar modal ini dipicu oleh rontoknya seluruh sektor saham, terutama pada kelompok berkapitalisasi besar (big cap). Saham DSSA memimpin pelemahan dengan koreksi hingga 10,22 persen, disusul BRPT yang terpangkas 7,76 persen, dan MLPT yang turun 7,02 persen.
Koreksi dalam juga dialami oleh BREN yang melemah 6,29 persen, MORA sebesar 6,70 persen, BBCA turun 5,84 persen, AMMN merosot 4,31 persen, dan BBRI yang melemah 2,53 persen. Dari sisi sektoral, industri consumer primer anjlok 4,27 persen, energi melemah 4,22 persen, dan infrastruktur turun 4,08 persen.
Sektor consumer non primer, properti, beserta transportasi ikut mencatatkan penurunan performa di atas 3 persen, sementara lini industri lainnya bertahan dengan pelemahan di kisaran 1 hingga 2 persen.
Di tengah tekanan pasar, beberapa emiten justru mencatatkan lonjakan harga hingga terkena auto reject atas (ARA). Saham PSDN melesat pesat sebesar 34,46 persen menuju level Rp 199, BRNA meningkat 24,41 persen menjadi Rp 790, dan BNBA terangkat 24,46 persen ke posisi Rp 865.
Pertumbuhan harga yang signifikan juga dibukukan oleh saham CTTH yang meroket 23,85 persen menjadi Rp 161, serta SMMT yang menguat hingga 13,02 persen ke angka Rp 2.170.
Penurunan harian ini memperpanjang tren negatif dari hari sebelumnya, di mana IHSG juga ditutup anjlok sebanyak 163 poin atau 2,16 persen menuju level 7.378. Pada perdagangan Kamis tersebut, investor asing sudah membukukan penjualan bersih senilai Rp 978,65 miar dengan fokus pelepasan pada saham BBRI dan BMRI akibat pelemahan sektor industri, energi, serta keuangan.