Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami kemerosotan tajam pada awal perdagangan sesi kedua, Kamis (21/5/2026). Seperti diberitakan oleh Money, indeks merosot sebesar 3,54 persen ke level 6.094,642 pada pukul 14.12 WIB.
Penurunan ini memperpanjang tren koreksi indeks sejak pembukaan perdagangan pagi. IHSG sempat menyentuh posisi tertinggi di level 6.378,811 sebelum akhirnya terus bergerak turun hingga ke area terendah di posisi 6.080,954.
Tekanan jual yang besar terlihat merata di hampir seluruh sektor saham. Kondisi tersebut tercermin dari dominasi 660 saham yang melemah, sementara hanya 84 saham yang menguat dan 71 saham bergerak stagnan.
Nilai transaksi perdagangan dilaporkan mencapai Rp 12,465 triliun. Adapun volume perdagangan menyentuh angka 25,914 miliar saham dengan frekuensi transaksi sebanyak 1,61 juta kali.
Seluruh sektor saham kompak berada di zona merah pada perdagangan ini. Sektor bahan baku mencatat penurunan terdalam setelah anjlok hingga 7,36 persen, disusul sektor energi yang merosot sebesar 6,34 persen.
Sektor barang konsumsi siklikal juga mengalami penurunan sebesar 5,30 persen. Pelemahan ini diikuti oleh sektor infrastruktur yang turun 5,27 persen, serta sektor transportasi dan logistik yang terkoreksi sebesar 4,93 persen.
Tekanan jual juga menjalar ke sektor perindustrian yang mengalami penurunan sebesar 4,79 persen. Sementara itu, saham-saham di sektor properti tercatat melemah sebesar 3,59 persen dan sektor keuangan terkoreksi 1,56 persen.
Sektor kesehatan dan barang konsumsi non-primer masing-masing mengalami penurunan sebesar 1,88 persen. Di sisi lain, sektor teknologi turut terkoreksi sebesar 1,45 persen pada perdagangan tersebut.