Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) diproyeksikan bergerak dengan kecenderungan menguat pada perdagangan Jumat (8/5/2026). Pergerakan indeks diperkirakan berada dalam rentang 7.109 hingga 7.230.
Analisis dari Reliance Sekuritas yang dikutip dari Investortrust menunjukkan indikator teknikal yang mendukung potensi penguatan ini. Pola candle terakhir IHSG memperlihatkan bentuk white spinning top yang posisinya masih bertahan di atas MA5, didukung oleh indikator Stochastic yang mengalami golden cross.
Kendati demikian, pergerakan indeks hari ini juga dibayangi oleh situasi pasar saham global dan regional. Pasar saham Wall Street ditutup dengan mayoritas melemah akibat memudarnya harapan kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran setelah adanya pesan yang beragam dari Teheran.Kondisi serupa terjadi di pasar Asia pada pagi ini yang mayoritas dibuka di zona merah. Indeks Nikkei 225 tercatat mengalami penurunan sebesar -0,67 persen, sementara indeks Kospi melemah sebesar -2,01 persen.
Menyikapi proyeksi pergerakan indeks tersebut, Reliance Sekuritas memberikan beberapa rekomendasi beli untuk saham pilihan beserta target harganya.
Saham SCMA direkomendasikan beli dengan target harga Rp 306, diikuti saham EMTK dengan target harga Rp 940. Selanjutnya, saham EXCL diberi target harga Rp 3.640, serta saham INET dengan target harga Rp 366.
Kilas Balik Perdagangan Sebelumnya
Pada perdagangan hari Kamis kemarin, IHSG mencatatkan performa positif dengan melesat 81,85 poin atau 1,15 persen ke level 7.174. Namun, aksi ambil untung oleh investor asing masih berlanjut.
Investor asing membukukan penjualan bersih (net sell) mencapai Rp 76,40 miliar. Penjualan bersih terbesar melanda saham BMRI senilai Rp 315,69 miliar, disusul BRPT senilai Rp 128,26 miliar, dan PTRO sebesar Rp 97,70 miliar.
Lompatan indeks pada perdagangan sebelumnya utamanya disokong oleh kenaikan harga saham-saham perbankan berkapitalisasi besar. Saham BBCA menguat 4,62 persen ke Rp 6.225, BBRI naik 4,75 persen ke Rp 3.310, BMRI naik 2,88 persen ke Rp 4.640, dan BBNI terangkat 3,92 persen ke level Rp 3.980. Selain sektor perbankan, performa indeks juga mendapat dorongan dari saham emiten grup Sinarmas, yakni MORA dan DSSA.