IHSG 8 Mei 2026 Melemah ke Level 7.168 Akibat Sentimen Global

IHSG 8 Mei 2026 Melemah ke Level 7.168 Akibat Sentimen Global
Foto: Ilustrasi IHSG 8 Mei 2026 Melemah ke Level 7.168 Akibat Sentimen Global.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan sesi pertama pada Jumat, 8 Mei 2026, dengan bergerak di zona merah. Pelemahan ini terjadi seiring kembalinya sentimen global yang memberikan bayang-bayang pada pasar keuangan domestik.

Melansir data dari Money, IHSG tercatat mengalami koreksi tipis sebesar 0,08 persen yang membawa indeks ke posisi 7.168. Sepanjang perdagangan pagi tadi, pergerakan indeks terpantau sangat fluktuatif sebelum akhirnya ditutup melemah.

Koreksi pada bursa saham nasional ini sejalan dengan penurunan yang terjadi di pasar ekuitas global. Hal tersebut dipicu oleh meningkatnya kewaspadaan para pelaku pasar terhadap potensi eskalasi konflik antara Amerika Serikat dan Iran.

Walaupun secara keseluruhan indeks terkoreksi, kelompok saham perbankan dengan kapitalisasi pasar besar (big caps) tetap menunjukkan performa positif. Saham-saham ini menjadi penggerak utama yang menahan kejatuhan indeks lebih dalam.

Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) mencatatkan penguatan sebesar 2,4 persen, diikuti oleh PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) yang naik 1,3 persen. Sementara itu, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) juga berhasil tumbuh 1,2 persen.

Kondisi berbeda justru dialami oleh sektor komoditas yang mengalami tekanan jual cukup signifikan. Beberapa saham di sektor ini mencatatkan penurunan harga yang cukup tajam selama sesi pertama perdagangan berlangsung.

Saham PT Vale Indonesia Tbk (INCO) terpantau merosot hingga 5,6 persen, sementara PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) melemah 4,2 persen. Selain itu, saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) turut mengalami depresiasi sebesar 4,5 persen.

Statistik Perdagangan Sesi Pertama

Mayoritas sektor penghuni bursa berakhir di zona negatif dengan pelemahan paling dalam dipimpin oleh sektor bahan baku dan sektor transportasi. Hingga jeda siang, hanya terdapat tiga indeks sektoral yang sanggup mencatatkan pertumbuhan.

Data Pergerakan IHSG Sesi I 8 Mei 2026
Indikator PasarNilai / Posisi
Level Penutupan Sesi I7.168
Level Pembukaan7.182,961
Level Tertinggi Harian7.186,830
Level Terendah Harian7.116,770
Volume Transaksi (Saham)23,360 Miliar
Nilai Transaksi (Rupiah)10,794 Triliun
Frekuensi Perdagangan1.424.551 Kali

Pada awal perdagangan, indeks sebenarnya sempat dibuka menguat pada level 7.182,961 dan menyentuh angka tertinggi di 7.186,830. Namun, tekanan jual yang masif sempat menyeret indeks ke titik terendah harian pada posisi 7.116,770.

Menjelang akhir sesi pertama, IHSG berhasil memperkecil tingkat pelemahan dan mulai bergerak konsolidatif pada rentang 7.160 hingga 7.170. Aktivitas pasar tergolong cukup aktif dengan nilai transaksi menembus angka Rp 10,794 triliun.

Berdasarkan data pergerakan saham, tercatat sebanyak 245 emiten berhasil menguat dan 398 emiten mengalami penurunan harga. Sementara itu, terdapat 168 saham yang posisinya tidak berubah atau stagnan dibandingkan penutupan sebelumnya.

Artikel terkait

Rekomendasi