Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menunjukkan pergerakan yang dinamis pada perdagangan Jumat, 8 Mei 2026. Berdasarkan laporan yang dilansir dari Info, indeks sempat menguat tipis saat pembukaan namun kemudian berbalik fluktuatif akibat tekanan jual yang muncul di pasar.
Kondisi ini mencerminkan adanya percampuran antara optimisme pelaku pasar dengan aksi ambil untung atau profit taking. Meski indeks utama tidak stabil, sejumlah saham tertentu justru berhasil mencatatkan lonjakan harga yang signifikan dalam waktu singkat.
Salah satu emiten yang menarik perhatian adalah PT Ekamas Mora Republik Tbk (MORA) yang harganya melonjak hingga dua digit. Selain MORA, beberapa saham lain juga tercatat melesat lebih dari 10 persen pada awal sesi perdagangan pagi ini.
Pada pembukaan sesi I, IHSG sebenarnya sempat terangkat 8,64 poin atau menguat sekitar 0,12 persen menuju level 7.182,96. Sentimen positif tersebut awalnya mendorong investor untuk melakukan aksi beli secara masif di awal transaksi bursa.
Namun, tren penguatan tersebut hanya bertahan sebentar sebelum indeks mulai melemah. IHSG kemudian bergerak fluktuatif di rentang level 7.151 hingga 7.186, yang menandakan pasar masih dibayangi oleh tekanan jual yang cukup tinggi.
Volume transaksi pada pagi hari ini tercatat cukup ramai dengan mencapai sekitar 2,24 miliar saham. Nilai transaksi yang dibukukan berada di angka Rp641,93 miliar dengan frekuensi perdagangan yang menembus lebih dari 101 ribu kali transaksi.
Data Bursa Efek Indonesia menunjukkan variasi pergerakan harga yang cukup kontras. Sebanyak 193 saham tercatat mengalami kenaikan, 241 saham mengalami koreksi penurunan, dan 223 saham lainnya tidak mengalami perubahan harga atau stagnan.
Analisis Teknikal dan Rekomendasi Saham
Reliance Sekuritas memberikan penilaian bahwa IHSG sebenarnya masih memiliki peluang untuk kembali menguat. Dalam riset harian mereka, indeks diperkirakan akan bergerak pada area support 7.109 dengan titik resistance di level 7.230.
Secara teknikal, pola candle terakhir pada IHSG terlihat membentuk white spinning top. Posisi indeks juga dilaporkan masih bertahan di atas garis Moving Average 5 hari (MA5) yang sering dijadikan acuan tren jangka pendek.
Indikator stochastic juga memberikan sinyal positif melalui kemunculan golden cross. Kondisi ini dianggap sebagai indikasi bahwa potensi penguatan lanjutan masih ada, meskipun pasar tetap harus mewaspadai volatilitas yang terjadi.
Terdapat beberapa saham pilihan yang dinilai menarik untuk dicermati oleh para investor hari ini. Rekomendasi tersebut mencakup PT Surya Citra Media Tbk (SCMA), PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK), PT XL Axiata Tbk (EXCL), dan PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET).
Daftar Lima Saham Top Gainers Pagi Ini
Walaupun indeks utama gagal bertahan stabil di zona hijau, lima emiten berhasil mencatatkan kenaikan harga yang fantastis. Kenaikan pada jajaran top gainers ini berada pada kisaran 9 persen hingga mendekati angka 20 persen.
| Nama Emiten | Harga Saham (Rp) | Persentase Kenaikan |
|---|---|---|
| PT Dua Putra Utama Makmur Tbk (DPUM) | 193 | 19,14% |
| PT Aracord Nusantara Group Tbk (RONY) | 1.800 | 16,88% |
| PT Ekamas Mora Republik Tbk (MORA) | 7.000 | 12,00% |
| PT Formosa Ingredient Factory Tbk (BOBA) | 312 | 11,43% |
| PT Multi Makmur Lemindo Tbk (PIPA) | 156 | 9,86% |
Saham DPUM memimpin lonjakan dengan kenaikan 19,14 persen, disusul oleh RONY yang naik mengesankan ke harga Rp1.800 per lembar. MORA yang banyak diperbincangkan publik menyentuh level Rp7.000, sementara BOBA dan PIPA melengkapi daftar penguatan pagi ini.
Fenomena ini menunjukkan bahwa investor cenderung bersikap selektif dan memilih saham lapis kedua atau menengah yang memiliki potensi spekulatif tinggi. Pelaku pasar diharapkan tetap waspada dalam mengambil keputusan investasi di tengah dinamika bursa yang cepat.