Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menunjukkan performa tangguh pada perdagangan Selasa, 5 Mei 2026. Meski nilai tukar rupiah sedang tertekan oleh dolar Amerika Serikat, pasar modal domestik tetap mencatatkan penguatan yang signifikan.
Kenaikan ini didorong oleh tingginya aktivitas transaksi serta rapor hijau dari berbagai sektor unggulan. Kepercayaan investor terhadap stabilitas ekonomi dalam negeri tampak menjadi motor utama pergerakan indeks di lantai bursa.
Dilansir dari Info, IHSG menutup sesi perdagangan dengan kenaikan 1,22 persen ke posisi 7.057,10. Pencapaian ini sekaligus membawa indeks kembali melampaui level psikologis 7.000 yang sempat ditinggalkan beberapa waktu lalu.
Kondisi serupa juga terlihat pada indeks LQ45 yang naik 1,04 persen ke level 681,58. Volume perdagangan mencapai 43,9 miliar lembar saham dengan nilai transaksi harian yang menembus angka Rp 23,9 triliun.
Laju IHSG kali ini mendapat dorongan kuat dari sektor keuangan, khususnya saham perbankan berkapitalisasi besar. Nama-nama seperti BBCA, BBRI, BMRI, dan BBNI mencatatkan apresiasi harga yang dibarengi dengan nilai transaksi jumbo.
Analis dari PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, mengonfirmasi bahwa sektor perbankan menjadi penopang utama indeks. Selain perbankan, saham BRPT juga menarik perhatian pasar setelah melonjak hingga sekitar 15 persen.
Namun, Herditya mengingatkan bahwa sentimen positif yang ada saat ini masih dibayangi tantangan global. Ketegangan geopolitik di Timur Tengah dan pelemahan rupiah yang berada di kisaran Rp 17.411 per dolar AS tetap menjadi perhatian serius.
Rincian Pergerakan Sektor dan Transaksi Negosiasi
Sektor bahan baku memimpin penguatan dengan kenaikan 2,86 persen, diikuti sektor infrastruktur sebesar 2,58 persen. Sebaliknya, sektor kesehatan dan transportasi justru terkoreksi masing-masing 1,52 persen dan 1,08 persen.
Di pasar negosiasi, terjadi aktivitas mencolok pada saham BUMI dengan total nilai transaksi mencapai Rp 6,7 triliun. Sementara di pasar reguler, saham yang sama bergerak stagnan di level Rp 230 per lembar.
| Kategori | Nama Saham | Perubahan (%) |
|---|---|---|
| Top Gainer | ENZO | +34,72% |
| Top Gainer | ABDA | +24,92% |
| Top Gainer | KONI | +24,69% |
| Top Gainer | BRPT | +24,65% |
| Top Gainer | NIKL | +24,66% |
| Top Loser | FWCT | -15,00% |
| Top Loser | YPAS | -14,85% |
| Top Loser | INDS | -14,67% |
| Top Loser | HERO | -14,41% |
| Top Loser | INCO | -14,41% |
Saham BRPT menjadi yang teraktif dari sisi nilai transaksi dengan torehan Rp 1,3 triliun. Sementara itu, dari sisi frekuensi perdagangan, saham KOTA memimpin dengan catatan transaksi sebanyak 125.484 kali.