IHSG 30 April 2026 Berpeluang Sideways Terbatas di Rentang 7.000-7.160

IHSG 30 April 2026 Berpeluang Sideways Terbatas di Rentang 7.000-7.160
Foto: Ilustrasi IHSG 30 April 2026 Berpeluang Sideways Terbatas di Rentang 7.000-7.160.

Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) berpeluang bergerak terbatas dalam rentang 7.000 sampai 7.160 pada perdagangan Kamis (30/4/2026). Seperti diberitakan oleh Investortrust, pergerakan indeks cenderung sideways di area support dan resistance tersebut.

BRI Danareksa Sekuritas dalam riset pagi menyebutkan bahwa laju indeks dipengaruhi sikap pelaku pasar terhadap penguatan harga komoditas minyak dunia. Sentimen menjelang libur panjang juga berpotensi menekan aktivitas transaksi saham.

Ekspektasi suku bunga Federal Reserve yang tetap berada di level 3,75% turut menjadi faktor penentu. Di sisi lain, tekanan jual dari investor asing yang belum mereda ikut memengaruhi pergerakan pasar modal hari ini.

Aksi lepas saham oleh pemodal asing ini juga dipicu oleh keputusan Uni Emirat Arab (UEA) untuk keluar dari organisasi negara pengekspor minyak (OPEC). Sementara itu, bursa Wall Street mencatatkan penutupan bervariasi dengan pelemahan Dow Jones sebesar 0,57% dan S&P500 turun 0,04%, sedangkan Nasdaq menguat tipis 0,038%.

Terkait pilihan saham untuk perdagangan hari ini, analisis teknikal BRI Danareksa Sekuritas menyarankan aksi beli pada tiga emiten. Ketiga saham tersebut adalah CDIA, AKRA, dan SMDR dengan target harga yang telah ditentukan.

Target harga untuk saham CDIA berada pada rentang Rp 1.150-1.215 per lembar. Sementara itu, saham AKRA ditargetkan mencapai Rp 1.580-1.640, dan saham SMDR diproyeksikan pada level Rp 366-372.

Kilas Balik Perdagangan Sebelumnya

Pada perdagangan hari sebelumnya, IHSG ditutup menguat atau rebound sebanyak 28,84 poin atau sekitar 0,41% ke level 7.101. Meskipun menguat, investor asing justru mencatatkan aksi jual bersih (net sell) bernilai total Rp 1,19 triliun.

Penjualan bersih oleh investor asing paling banyak melanda saham BMRI dengan nilai Rp 443,80 miliar. Saham BBCA menyusul di posisi kedua dengan net sell Rp 307,73 miliar, dan saham BBRI mencatatkan penjualan sebanyak Rp 69,54 miar.

Kenaikan IHSG kemarin ditopang oleh pertumbuhan di sejumlah sektor industri. Sektor industri memimpin dengan kenaikan sebesar 2,41%, disusul infrastruktur 1,48%, teknologi 1,45%, consumer non primer 1,08%, keuangan 1,04%, energi 0,45%, properti 0,39%, serta transportasi 0,31%.

Beberapa saham juga mencatatkan lonjakan harga yang signifikan hingga menyentuh batas auto reject atas (ARA). Saham INOV melesat 34,68% menjadi Rp 167, saham TOOL menguat 34,29% ke level Rp 94, dan saham KONI naik 24,89% menjadi Rp 2.960.

Artikel terkait

Rekomendasi