Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup mengalami penurunan tipis pada perdagangan menjelang akhir pekan. Dilansir dari Investor Daily, indeks saham melemah sebesar 2,81 poin atau 0,05% menuju level 6.127,3 pada Jumat (29/5/2026).
Aktivitas perdagangan di bursa mencatatkan total nilai transaksi yang mencapai Rp 48,3 triliun. Dalam pergerakan pasar tersebut, sebanyak 284 saham bergerak menguat, 430 saham mengalami penurunan, dan 245 saham lainnya stagnan.
Volume perdagangan saham yang tercatat menyentuh 43,03 miiar lembar saham. Sementara itu, frekuensi transaksi di pasar modal terhitung sebanyak 2,3 juta kali.
Meskipun indeks mengalami pelemahan, beberapa sektor saham tetap berhasil membukukan performa positif. Sektor infrastruktur menjadi motor utama penguatan dengan kenaikan tertinggi mencapai 2,89%.
Sektor lain yang turut menguat adalah barang baku sebesar 2,65% dan energi yang naik 1,95%. Sektor barang konsumen primer menguat 1,17%, transportasi naik 0,77%, serta perindustrian terangkat 0,31%.
Sebaliknya, koreksi melanda sektor kesehatan sebesar 1,49% dan sektor properti yang merosot 1,09%. Sektor keuangan juga melemah 1,04%, disusul barang konsumen non-primer 0,64%, dan sektor teknologi 0,63%.
Sentimen Global dan Domestik Penentu Pasar
Analis dari Pilarmas menyebutkan bahwa muncul optimisme pasar setelah adanya laporan mengenai kemajuan AS dan Iran. Kedua negara tersebut bergerak menuju perpanjangan kesepakatan gencatan senjata selama 60 hari.
Langkah ini dibarengi kelanjutan negosiasi program nuklir Teheran serta pertimbangan pengiriman tanpa batasan melalui Selat Hormuz. Namun, pergerakan dari dalam negeri masih membayangi laju indeks pasar modal.
Tekanan pada indeks domestik terjadi akibat depresiasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Volatilitas pasar juga meningkat menjelang penyesuaian portofolio serta implementasi rebalancing indeks MSCI yang memberatkan langkah penguatan.
Daftar Saham Top Gainers dan Top Losers
Di tengah pelemahan indeks global domestik, sejumlah saham tetap mencatatkan keuntungan besar bagi para investor. Lonjakan harga saham terpantau bergerak pada rentang 24% hingga 34% dalam sehari.
Saham PT Krida Jaringan Nusantara Tbk (KJEN) melesat 34,18% menjadi Rp 212. PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) melejit 25% menjadi Rp 3.300. PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU) melonjak 25% menjadi Rp 5.300.
Selanjutnya, saham PT Petrosea Tbk (PTRO) meningkat 24,87% menjadi Rp 4.670. Saham PT Barito Pacific Tbk (BRPT) juga ikut terangkat sebesar 24,76% ke posisi Rp 1.940.
Di sisi lain, beberapa emiten mengalami penurunan harga yang cukup dalam. PT Pacific Strategic Financial Tbk (APIC) longsor 14,78% menjadi Rp 980. PT Asia Pramulia Tbk (ASPR) ambles 14,76% menjadi Rp 179.
Penurunan juga menimpa PT MD Entertainment Tbk (FILM) yang jatuh 14,68% ke level Rp 2.150. PT Tunas Alfin Tbk (TALF) terjungkal 14,46% menjadi Rp 710, dan PT Magna Investama Mandiri Tbk (MGNA) terkikis 14,41% menjadi Rp 101.