IHSG 28 April 2026 Dibuka Menguat ke 7.128 Ditopang Sektor Energi

IHSG 28 April 2026 Dibuka Menguat ke 7.128 Ditopang Sektor Energi
Foto: Ilustrasi IHSG 28 April 2026 Dibuka Menguat ke 7.128 Ditopang Sektor Energi.

Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) dibuka bergerak positif pada perdagangan Selasa (28/4/2026). Indeks melonjak sebesar 21,95 poin atau setara 0,31 persen menuju level 7.128,47, dengan area pergerakan di rentang 7.103 hingga 7.130.

Kondisi hijau ini berbanding terbalik dengan situasi mayoritas bursa di Asia seperti Nikkei dan Hang Seng yang justru terpantau melemah. Seperti dilansir dari Investortrust, rebound indeks domestik ditopang oleh kenaikan di hampir seluruh sektor, mulai dari energi, industri, consumer primer, keuangan, properti, hingga teknologi.Pada momen penguatan ini, beberapa emiten mencatatkan kenaikan harga yang mencolok. Saham LCKM melesat 25,19 persen menjadi Rp 169, disusul LUCK yang naik 22,86 persen ke angka Rp 129, serta BOBA yang menguat 21,90 persen menjadi Rp 322.

Pada hari sebelumnya, indeks saham ditutup melemah 22,97 poin atau 0,32 persen ke posisi 7.106. Penurunan tersebut diwarnai oleh aksi jual bersih atau net sell investor asing yang menembus nilai Rp 2,03 triliun.

Aksi lego jangkar pemodal asing paling banyak menyasar saham-saham perbankan berkapitalisasi besar. Saham BBCA mencatatkan net sell sebesar Rp 897,54 miliar, BMRI senilai Rp 679,17 miliar, dan BBRI mencapai Rp 200,25 miliar.

Pelemahan tersebut dipicu oleh penurunan di beberapa sektor utama, termasuk sektor energi yang turun 1,15 persen dan sektor industri sebesar 1,21 persen. Penurunan indeks juga dipengaruhi oleh pelemahan saham emiten seperti UNTR, ITMG, TPIA, MORA, ASII, dan PTRO.

Daftar Saham yang Melonjak

Meskipun indeks mengalami tekanan pada hari sebelumnya, sejumlah saham tetap berhasil membukukan lonjakan harga hingga terkena auto reject atas (ARA). Saham JAWA naik 34,64 persen ke Rp 206, dan ESIP melonjak 34,09 persen menjadi Rp 118.

Selain itu, saham IFSH juga melesat 24,88 persen menjadi Rp 2.560, sementara BOBA terangkat 24,76 persen ke posisi Rp 262. Saham SMMT tercatat hampir menyentuh batas ARA setelah menguat 24,54 persen menuju level Rp 2.690.

Artikel terkait

Rekomendasi