Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali mencatatkan tren negatif pada perdagangan Selasa (28/4/2026). Dilansir dari Investortrust, indeks ditutup melemah sebesar 34,13 poin atau mengalami penurunan sekitar 0,48 persen ke posisi 7.072.
Sepanjang sesi perdagangan, indeks bergerak pada rentang batas bawah 7.032 hingga batas atas 7.151. Sementara itu, nilai transaksi harian di pasar modal mengalami penurunan menjadi Rp 13,95 triliun.
Koreksi ini berjalan selaras dengan melemahnya sebagian besar pasar saham di kawasan Asia. Selain faktor regional, kejatuhan indeks didorong oleh kemerosotan harga saham-saham dengan kapitalisasi pasar besar (big cap).
Emiten yang menjadi penekan pergerakan meliputi AMMN, DSSA, TPIA, INKP, MBSS, ADRO, AADI, dan BREN. Tekanan terhadap indeks juga diperberat oleh penurunan performa saham MLPT serta PGUN.
Secara sektoral, penurunan didominasi oleh koreksi di sektor material dasar, consumer non primer, consumer primer, teknologi, infrastruktur, hingga transportasi. Sebaliknya, saham-saham di sektor keuangan, properti, dan industri justru bergerak menguat.
Meski indeks berada di zona merah, sejumlah emiten berhasil mencatatkan lonjakan harga hingga menyentuh batas auto reject atas (ARA). Saham KOCI memimpin penguatan sebesar 34,82 persen ke Rp 151, diikuti ESIP yang melesat 34,75 persen ke Rp 159.
Saham PPRE juga meningkat 34,75 persen menjadi Rp 159, LMPI naik 34,67 persen menjadi Rp 202, dan KJEN menguat 34,43 persen ke Rp 164. Emiten lain seperti LUCK naik 34,29 persen ke Rp 141, LPAD naik 34,21 persen ke Rp 102, serta KONI menguat 24,74 persen menjadi Rp 2.370.
Pada hari sebelumnya, Senin (27/4/2026), IHSG juga ditutup melemah 22,97 poin atau 0,32 persen ke level 7.106. Pemodal asing membukukan aksi jual bersih (net sell) mencapai Rp 2,03 triliun.
Aksi lepas saham oleh investor asing paling banyak melanda tiga saham perbankan besar. Penjualan bersih pada saham BBCA mencapai Rp 897,54 miliar, BMRI sebesar Rp 679,17 miliar, dan BBRI senilai Rp 200,25 miliar.
Pada perdagangan awal pekan tersebut, beberapa emiten tetap mampu meraih lonjakan hingga batas ARA. Saham JAWA terkerek 34,64 persen menjadi Rp 206, ESIP naik 34,09 persen menjadi Rp 118, IFSH menguat 24,88 persen menjadi Rp 2.560, dan BOBA meningkat 24,76 persen ke Rp 262. Sementara saham SMMT mendekati batas ARA dengan kenaikan 24,54 persen ke posisi Rp 2.690.