Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup berbalik melemah pada perdagangan Senin (27/4/2026). Pergerakan indeks saham terkoreksi sebesar 22,97 poin atau sekitar 0,32 persen ke level 7.106.
Kondisi ini berbanding terbalik dengan perdagangan sesi I ketika indeks sempat melonjak hingga lebih dari 90 poin. Pergerakan indeks hari ini berada pada rentang kisaran 7.106 sampai 7.230.
Nilai transaksi perdagangan di bursa saham hari ini tercatat mencapai Rp 15,13 triliun. Penurunan ini berjalan selaras dengan melemahnya mayoritas pasar saham di Asia, seperti dilansir dari Investortrust.
Koreksi pada beberapa sektor saham menjadi pemicu utama pelemahan ini. Sektor energi merosot sebesar 1,21 persen, diikuti oleh sektor industri sebesar 1,15 persen, serta pelemahan di sektor keuangan.
Sebaliknya, beberapa sektor lain justru mengalami kenaikan. Sektor-sektor yang menguat meliputi material dasar, consumer non primer, hingga consumer primer.
Tekanan terhadap pergerakan indeks hari ini dipengaruhi oleh penurunan harga sejumlah saham. Beberapa di antaranya meliputi UNTR, ITMG, TPIA, MORA, ASII, hingga PTRO.
Meskipun indeks mengalami pelemahan, sejumlah saham tetap berhasil mencatatkan penguatan signifikan hingga mengalami auto reject atas (ARA). Saham JAWA melonjak sebesar 34,64 persen ke harga Rp 206.
Selanjutnya, saham ESIP meningkat 34,09 persen menjadi Rp 118 dan saham IFSH menguat 24,88 persen ke posisi Rp 2.560. Saham BOBA juga naik sebesar 24,76 persen menjadi Rp 262.
Saham SMMT terpantau bergerak naik mendekati batas ARA. Saham ini mengalami kenaikan sebesar 24,54 persen hingga menyentuh harga Rp 2.690.
Pada penutupan akhir pekan lalu, IHSG jatuh sebesar -3,38 persen menuju level 7.129. Kondisi tersebut disertai aksi jual bersih oleh investor asing (net foreign sell) senilai Rp 3,02 triliun.
Kekhawatiran pelaku pasar terhadap fluktuasi nilai tukar rupiah memicu pelemahan tersebut. Mata uang rupiah sempat menyentuh level Rp 17.300 per dolar AS.
Selain faktor mata uang, bursa juga dipengaruhi oleh sentimen rebalancing terkait aturan baru. Penentuan indeks BEI kini menitikberatkan pada likuiditas, free float, dan kualitas distribusi kepemilikan saham, bukan lagi semata-mata berbasis kapitalisasi pasar.
Di tengah kejatuhan IHSG pekan lalu, beberapa saham terpantau tetap melonjak hingga ARA. Saham IFSH naik 24,88 persen ke Rp 2.560, BOBA naik 24,76 persen ke Rp 262, dan DEFI naik 24,71 persen ke Rp 212.
Kenaikan pesat juga dibukukan oleh saham PSDN yang melesat 34,46 persen menjadi Rp 199. Saham BRNA terangkat 24,41 persen ke Rp 790, serta BNBA menguat 24,46 persen ke harga Rp 865.
Dua emiten lain yang ikut mencatatkan lompatan harga tinggi adalah CTTH dan SMMT. Saham CTTH melonjak sebanyak 23,85 persen menjadi Rp 161, sedangkan SMMT menguat sebesar 13,02 persen ke level Rp 2.170.