IHSG 26 Mei 2026 Dibuka Menguat Melaju Jelang Libur Idul Adha

IHSG 26 Mei 2026 Dibuka Menguat Melaju Jelang Libur Idul Adha
Foto: Ilustrasi IHSG 26 Mei 2026 Dibuka Menguat Melaju Jelang Libur Idul Adha.

Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatatkan performa positif pada pembukaan perdagangan perdagangan Selasa, (26/5/2026). Dilansir dari Investortrust, indeks melaju naik sebesar 9,14 poin atau sekitar 0,15% menuju level 6.215,49 menjelang momentum libur panjang Idul Adha.

Laju penguatan IHSG bergerak semakin cepat hingga menyentuh level 6.257 atau mengalami kenaikan sebesar 51 poin pada pukul 09.25 WIB. Sektor barang baku memimpin penguatan dengan kenaikan sebesar 1,38%, disusul sektor transportasi yang tumbuh 1,29%.

Pertumbuhan indeks pada pagi ini disokong secara kuat oleh pelonjakan harga saham dari sejumlah emiten besutan Prajogo Pangestu. Saham TPIA tercatat melesat hingga 19,55% menuju angka Rp 2.100, sementara CUAN melambung sebesar 17,28% ke posisi Rp 570.

Emiten terafiliasi lainnya juga menunjukkan tren serupa di mana BRPT mengalami kenaikan sebanyak 11,15% menjadi Rp 1.645. Selain itu, pergerakan positif diikuti oleh saham BREN yang menguat sebesar 10,08% ke level Rp 2.620.

Data dari RTI Business pada pukul 09.08 WIB menunjukkan volume perdagangan saham telah menyentuh angka 1,75 miliar lembar. Total nilai transaksi yang terjadi di pasar modal mencapai Rp 874,16 miliar dengan frekuensi sebanyak 115.465 kali.

Secara keseluruhan, aktivitas perdagangan di lantai bursa didominasi oleh 334 saham yang bergerak menguat. Sebaliknya, sebanyak 157 saham terpantau melemah dan ada 190 saham yang posisinya tidak bergerak atau stagnan.

Nilai kapitalisasi pasar secara total pada sesi pagi ini tercatat berada di angka Rp 10.767,171 triliun. Sejumlah sektor penopang indeks meliputi infrastruktur naik 1,22%, energi naik 1,25%, industri naik 0,61%, properti naik 0,52%, teknologi naik 0,51%, kesehatan naik 0,49%, serta siklikal naik 0,25%.

Kondisi berbeda melanda sektor keuangan dan sektor barang konsumen non-siklikal yang harus mengalami koreksi. Tekanan pasar ini membuat beberapa emiten terlempar ke dalam kelompok pelemahan terdalam atau jajaran top losers pada perdagangan awal hari.

Emiten yang mengalami penurunan signifikan dipimpin oleh PT Tunas Alfin Tbk (TALF) yang terkoreksi sebanyak 14,87% ke harga 830. Posisi ini diikuti oleh PT Asia Pramulia Tbk (ASPR) yang merosot sejauh 14,63% menuju level 210.

Pelemahan bursa juga menekan saham PT Ingria Pratama Capitalindo Tbk (GRIA) yang jatuh sebanyak 12,82% ke level 136. Terakhir, saham PT Gunung Raja Paksi Tbk (GGRP) melemah sebesar 8,59% ke posisi 298 dan PT Dafam Property Indonesia Tbk (DFAM) menyusut 8,40% ke level 109.

Artikel terkait

Rekomendasi