Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami kemerosotan signifikan pada perdagangan sesi I. Dilansir dari Investor Daily, indeks saham domestik ini melemah sebesar 56,66 poin atau 0,91 persen ke posisi 6.149,68.
Pergerakan indeks pada hari ini terpantau fluktuatif. Nilai transaksi yang tercatat berada di rentang area 6.132 hingga 6.286.
Data dari Bursa Efek Indonesia menunjukkan volume perdagangan mencapai 15,32 miliarder lembar saham. Nilai transaksi menyentuh Rp 9,12 triliun dengan frekuensi sebanyak 1.215.837 kali transaksi.
Kondisi pasar menunjukkan 396 saham bergerak melemah dan 253 saham mengalami penguatan. Sementara itu, terdapat 169 saham yang posisinya tidak berubah, sedangkan indeks saham blue chip LQ45 ikut terperosok 1,18 persen.
Sebagian besar sektor saham mengalami penurunan pada penutupan sesi pertama. Sektor perindustrian menjadi penekan utama setelah ambles 1,75 persen, disusul barang konsumsi primer sebesar 1,63 persen.
Sektor keuangan juga menyusut 1,35 persen, barang konsumsi non-primer turun 1,24 persen, dan sektor properti melemah 1 persen. Namun, penguatan masih terjadi pada sektor transportasi sebesar 0,85 persen, barang baku 0,17 persen, dan kesehatan 0,04 persen.
Pelemahan ini sejalan dengan mayoritas indeks saham di Asia yang bergerak di zona merah. Straits Times Singapura terkoreksi 0,3 persen, Nikkei Jepang terpangkas 0,31 persen, dan Shanghai China anjlok 0,76 persen, sedangkan Hang Seng Hong Kong naik 0,34 persen.
Di tengah pelemahan indeks, beberapa emiten justru mencatatkan lonjakan harga yang signifikan. Barisan saham pilihan ini mengalami kenaikan mulai dari 10 persen hingga 30 persen.
| Nama Emiten | Persentase Kenaikan | Harga Terakhir (Rp) |
|---|---|---|
| PT Magna Investama Mandiri Tbk (MGNA) | 30,68% | 115 |
| PT Arthavest Tbk (ARTA) | 23,5% | 2.470 |
| PT Nusantara Almazia Tbk (NZIA) | 19,83% | 139 |
| PT Era Mandiri Cemerlang Tbk (IKAN) | 13,92% | 90 |
| PT WEHA Transportasi Indonesia Tbk (WEHA) | 10,08% | 131 |
Kondisi berbeda menimpa saham-saham yang merosot tajam hingga terkena pembatasan Auto Rejection Bawah (ARB). PT Tunas Alfin Tbk (TALF) terjungkal 14,87 persen ke level Rp 830, sementara PT Asia Pramulia Tbk (ASPR) jatuh 14,63 persen ke angka Rp 210.