IHSG 26 Mei 2026 Anjlok 1,23 Persen Akibat Geopolitik dan Profit Taking

IHSG 26 Mei 2026 Anjlok 1,23 Persen Akibat Geopolitik dan Profit Taking
Foto: Ilustrasi IHSG 26 Mei 2026 Anjlok 1,23 Persen Akibat Geopolitik dan Profit Taking.

Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tertahan di zona merah hingga akhir perdagangan pada Selasa, 26 Mei 2026. Seperti dikutip dari Suara, indeks saham domestik tersebut ditutup menyusut 1,23 persen atau merosot menuju level 6.130 di Bursa Efek Indonesia.

Berdasarkan riset dari Phintraco Sekuritas, kemerosotan ini dipicu oleh aksi ambil untung atau profit taking yang dilakukan oleh para investor asing.

"Pemicu pelemahan indeks antara lain karena profit taking menjelang libur dan rebalancing MSCI," tulis Phintraco Sekuritas dalam risetnya, Selasa (26/5/2026).

Selain faktor dari dalam negeri, aktivitas pasar modal turut dibayangi oleh ketegangan geopolitik internasional. Serangan militer terbaru yang diluncurkan Amerika Serikat ke area selatan Iran menjadi katalis negatif bagi sektor keuangan global, memupus harapan perdamaian di Timur Tengah yang sempat muncul sebelumnya.

Operasi militer tersebut dilaporkan menyasar titik-titik rudal milik Iran serta sejumlah kapal yang terindikasi hendak menebar ranjau.

Kondisi ini menjalar ke pasar valuta asing, di mana nilai tukar rupiah ikut terkoreksi sebesar 0,29 persen ke posisi Rp 17.795 per dolar Amerika Serikat. Pelemahan mata uang garuda ini terjadi di tengah indeks dolar Amerika Serikat yang sebenarnya sedang melemah.

Di sisi lain, pergerakan harga minyak mentah di pasar internasional justru terpangkas cukup dalam hingga lebih dari 3 persen pada hari perdagangan ini.

Secara sektoral, penurunan terdalam dialami oleh sektor industri yang ambles sampai 3,38 persen dan menjadi beban utama pergerakan indeks. Sebaliknya, sektor infrastruktur menjadi satu-satunya kelompok saham yang bertahan menguat dengan kenaikan sebesar 0,18 persen.

Melihat dari indikator teknikal, Phintraco Sekuritas memantau indikator Stochastic RSI masih memperlihatkan sinyal pembalikan arah atau reversal menuju area pivot. Kondisi ini dibarengi dengan histrogram negatif pada Moving Average Convergence Divergence (MACD) yang kian menyempit.

Aktivitas perdagangan hari ini mencatat sebanyak 23,11 juta saham ditransaksikan dengan total nilai mencapai Rp 18,08 triliun, lewat frekuensi perpindahan tangan sebanyak 1,94 juta kali.

Dalam dinamika pasar yang berlangsung, tercatat ada 258 saham yang berhasil menguat, sedangkan 461 saham tertekan melemah, dan 240 saham lainnya stagnan tidak mengalami perubahan harga.

Saham-saham yang menempati jajaran top gainers atau mencetak kenaikan tertinggi adalah MGNA, ARTA, NZIA, ELPI, dan AWAN.

Sementara itu, saham-saham yang merosot paling tajam dan masuk dalam daftar top losers meliputi TINS, NIRO, GGRP, EURO, serta IFSH.

Artikel terkait

Rekomendasi