IHSG 25 Mei 2026 Ditutup Menguat 0,93 Persen ke Level 6.219 pada Sesi I

IHSG 25 Mei 2026 Ditutup Menguat 0,93 Persen ke Level 6.219 pada Sesi I
Foto: Ilustrasi IHSG 25 Mei 2026 Ditutup Menguat 0,93 Persen ke Level 6.219 pada Sesi I.

Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG Bursa Efek Indonesia ditutup melonjak pada akhir sesi I, Senin 25 Mei 2026. Laju indeks mencatatkan kenaikan sebesar 57,31 poin atau tumbuh 0,93 persen ke posisi 6.219.

Dikutip dari Investortrust, pergerakan positif indeks pada paruh pertama perdagangan ini didorong oleh penguatan saham-saham perbankan berkapitalisasi besar. Sektor keuangan menjadi salah satu pendorong utama zona hijau.

Sejumlah saham bank raksasa mencatatkan pertumbuhan signifikan, seperti BBRI yang melaju 4,59 persen ke harga Rp 3.190. Langkah ini diikuti oleh BBCA yang menguat 3,81 persen menuju level Rp 6.125.

Saham BMRI juga mengalami peningkatan sebesar 3,40 persen menjadi Rp 4.260, sementara BBNI terkerek naik 3,17 persen ke posisi Rp 3.900. Lonjakan paling tinggi di sektor ini dibukukan oleh BRIS yang melambung hingga 5,63 persen ke angka Rp 1.875.

Performa positif sektor transportasi memimpin penguatan dengan kenaikan mencapai 4,10 persen. Sektor properti menyusul dengan penguatan 1,24 persen, sektor keuangan tumbuh 1,06 persen, sektor konsumer primer naik 1,99 persen, serta sektor industri bertambah 0,81 persen.

Di sisi lain, pergerakan indeks mendapatkan tekanan koreksi dari saham TPIA dan DSSA. Pelemahan juga melanda saham-saham yang berada di dalam sektor energi serta sektor material dasar.

Terdapat beberapa emiten yang mencatatkan pertumbuhan harga paling masif selama transaksi sesi I bergulir. Saham LAJU memimpin lonjakan sebesar 26,67 persen ke posisi Rp 76, disusul TALF yang meningkat 25 persen menuju harga Rp 975.

Selanjutnya, saham GRIA berhasil menguat 22,41 persen menjadi Rp 142. Emiten WBSA juga mencatatkan kenaikan 19,84 persen ke level Rp 755, sementara IRSX melaju 18,90 persen ke angka Rp 390.

Aktivitas pasar ini terjadi setelah pada pekan sebelumnya IHSG mengalami koreksi tajam sebesar 561,27 poin atau merosot hingga 8,35 persen ke posisi 6.162,04. Indeks bahkan sempat menyentuh level terendahnya di posisi 5.966.

Penyusutan tajam tersebut mengakibatkan hilangnya nilai kapitalisasi pasar di BEI senilai Rp 1.190 triliun atau setara 10,07 persen. Angka kapitalisasi pasar merosot menjadi Rp 11.825 triliun hanya dalam jangka waktu lima hari perdagangan.

Kondisi tersebut mengubah susunan peringkat 10 besar kapitalisasi pasar di bursa. Posisi puncak kini ditempati oleh BBCA, yang berturut-turut diikuti oleh DCII, BBRI, BMRI, BYAN, BREN, MORA, TLKM, ASII, dan AMMN, sementara saham TPIA keluar dari daftar.

Penurunan indeks domestik sebesar 8,35 persen pada pekan lalu menjadi rapor merah terdalam di tingkat global. Sebagai perbandingan, indeks Hang Seng hanya melemah 1,37 persen dan indeks FTSE Bursa Malaysia terkoreksi 1,58 persen.

Dampak dari koreksi hebat ini juga menurunkan peringkat kapitalisasi pasar bursa saham Indonesia secara regional. Posisi pasar modal nasional kini berada di urutan kedua di kawasan Asia Tenggara di bawah Singapura.

Artikel terkait

Rekomendasi