IHSG 22 April 2026 Berpotensi Menguat dalam Rentang 7.488-7.649

IHSG 22 April 2026 Berpotensi Menguat dalam Rentang 7.488-7.649
Foto: Ilustrasi IHSG 22 April 2026 Berpotensi Menguat dalam Rentang 7.488-7.649.

Proyeksi pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu (22/4/2026) diperkirakan cenderung mengalami penguatan. Laju indeks saham akan berada pada kisaran pergerakan di rentang 7.488 hingga 7.649.

Analisis dari Reliance Sekuritas menunjukkan indikator teknikal memperlihatkan pola pembalikan arah atau reversal pattern. Posisi candle terakhir dari indeks saham ini membentuk pola doji dan terpantau masih bertahan di atas MA20 dengan indikator MACD yang mengalami golden cross.

ÔÇ£Dengan pola ini, kami memperkirakan IHSG lanjutkan penguatan dengan saham pilihan ELSA, PTRO, VKTR, dan WIFI,ÔÇØ tulisnya, dikutip dari Investortrust.

Performa indeks saham domestik ini juga berjalan di tengah pengaruh bursa Wall Street Amerika Serikat yang mencatatkan penutupan dengan mayoritas melemah. Sentimen kurang menguntungkan datang karena adanya pembatalan dialog damai di wilayah Pakistan.

Faktor global lainnya dipengaruhi oleh jalannya sidang konfirmasi Kongres AS terhadap Kevin Warsh sebagai calon ketua Federal Reserve. Dalam sidang tersebut, Kevin Warsh melontarkan pernyataan yang menyerukan adanya perubahan rezim pada bank sentral.

Terkait saham pilihan, Reliance Sekuritas merekomendasikan beli saham ELSA dengan target harga Rp 825, PTRO dengan target harga Rp 7.450, VKTR dengan target harga Rp 1.130, dan WIFI dengan target harga Rp 2.850.

Pada perdagangan kemarin, indeks saham domestik mengalami koreksi sebesar 34,73 poin atau melemah 0,46 persen ke level 7.550. Penurunan indeks tetap diwarnai dengan catatan aksi beli bersih atau net buy oleh investor yang mencapai Rp 473,92 miliar.

Langkah MSCI yang membekukan proses rebalancing indeks untuk periode Mei 2026 menjadi pemicu utama melemahnya indeks. Walau status pasar Indonesia aman dari penurunan ke kelompok frontier market, sejumlah saham kategori HSC seperti DSSA dan BREN resmi dihapus oleh MSCI.

Meski IHSG menderita pelemahan pada penutupan perdagangan, terdapat 11 saham yang mencatatkan lonjakan harga signifikan hingga terkena sentimen auto reject atas (ARA). Lima saham di antaranya bahkan melesat melebihi angka 34 persen.

Saham-saham yang mengalami lonjakan tajam tersebut meliputi BOBA yang naik sebesar 34,91 persen ke Rp 228, LAND menguat 34,72 persen menjadi Rp 97, serta LCKM yang naik 34,48 persen ke posisi Rp 156. Selanjutnya, saham RODA melonjak 34,29 persen menuju Rp 94 dan CTTH meningkat 34,09 persen menjadi Rp 118.

Kenaikan batas atas ARA juga dirasakan oleh saham APIC yang menguat 25 persen ke harga Rp 1.500, ARGO yang naik 24,86 persen menjadi Rp 1.155, serta KICI yang meningkat 24,81 persen ke level Rp 322. Selain itu, DEFI naik 24,55 persen ke Rp 274, WBSA menguat 24,82 persen menjadi Rp 855, dan BABY tumbuh 24,43 persen ke Rp 326.

Artikel terkait

Rekomendasi