IHSG 22 April 2026 Ditutup Melemah ke Level 7.541

IHSG 22 April 2026 Ditutup Melemah ke Level 7.541
Foto: Ilustrasi IHSG 22 April 2026 Ditutup Melemah ke Level 7.541.

Indeks harga saham gabungan (IHSG) kembali mencatatkan penurunan pada penutupan perdagangan hari Rabu, 22 April 2026. Data bursa menunjukkan indeks saham terkoreksi sebesar 17,77 poin atau melemah 0,24% menuju level 7.541.

Seperti diberitakan oleh Investortrust, indeks bergerak pada rentang 7.513 hingga 7.578 sepanjang hari perdagangan. Adapun total nilai transaksi yang dibukukan mencapai Rp 15,89 triliun.

Sektor energi, material dasar, dan properti menjadi pemicu utama merosotnya indeks domestik. Pelemahan ini juga didorong oleh anjloknya dua saham berkapitalisasi besar, yakni BREN yang merosot 9,62% ke Rp 5.400 dan DSSA yang jatuh 9,71% menjadi Rp 2.510.

Kendati indeks keseluruhan mengalami pelemahan, sejumlah saham justru mencatatkan lonjakan harga yang signifikan hingga terkena batasan auto reject atas (ARA). Penguatan ini dipimpin oleh COAL yang melesat 33,96% menjadi Rp 71.

Kenaikan signifikan juga dialami oleh saham perbankan BDMN yang melonjak 25% ke posisi Rp 2.850. Diikuti oleh HOPE dan TALF yang masing-masing menguat sebesar 24,60% ke level Rp 314 dan Rp 785.

Beberapa emiten lain yang turut menyentuh batas ARA meliputi WBSA yang naik 24,56% ke Rp 1.065, BOBA naik 24,56% ke Rp 284, BABY naik 24,54% ke Rp 406, BIKE naik 24,51% ke Rp 635, serta COCO yang menguat 24,40% ke Rp 520. Sementara itu, saham KOTA melonjak pesat 29,52% menjadi Rp 136 meski tidak sampai menyentuh ARA.

Daftar Pergerakan Saham ARA Merujuk Data Transaksi Bursa
Kode SahamPersentase KenaikanHarga Akhir (Rp)
COAL33,96%71
BDMN25,00%2.850
HOPE24,60%314
TALF24,60%785
WBSA24,56%1.065
BOBA24,56%284
BABY24,44%406
BIKE24,51%635
COCO24,40%520

Kilas Balik Sentimen Pasar Sebelumnya

Pada hari sebelumya, pasar saham juga mengalami tekanan dengan koreksi IHSG sebesar 34,73 poin atau melemah 0,46% ke level 7.550. Penurunan tersebut terjadi di tengah aksi beli bersih oleh investor asing atau net buy senilai Rp 473,92 milar.

Kondisi pasar tersebut dipengaruhi oleh keputusan MSCI yang membekukan rebalancing indeks untuk periode Mei 2026. Walau status pasar Indonesia aman dari penurunan ke klasifikasi frontier market, MSCI mengeluarkan saham kategori HSC termasuk DSSA dan BREN.

Pada perdagangan hari tersebut, terdapat 11 saham yang mencatatkan fenomena ARA. Lima emiten di antaranya melesat di atas 34%, yaitu BOBA naik 34,91% ke Rp 228, LAND melonjak 34,72% ke Rp 97, LCKM menguat 34,48% ke Rp 156, RODA menguat 34,29% ke Rp 94, serta CTTH yang naik 34,09% menjadi Rp 118.

Sisa emiten lain yang terkena ARA pada hari sebelumnya mencakup APIC yang naik 25% ke Rp 1.500 dan ARGO naik 24,86% ke Rp 1.155. Kemudian KICI menguat 24,81% ke Rp 322, DEFI naik 24,55% ke Rp 274, WBSA melesat 24,82% ke Rp 855, dan BABY menguat 24,43% ke level Rp 326.

Artikel terkait

Rekomendasi