Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) mengalami kejatuhan yang cukup dalam pada perdagangan Senin (20/4/2026). Pergerakan indeks saham domestik ini berada dalam rentang 7.570 hingga 7.692.
Seperti dilansir dari Investortrust, nilai transaksi yang dibukukan pada perdagangan tersebut mencapai lebih dari Rp 14 triliun. Penurunan ini berbanding terbalik dengan kondisi pasar saham di Asia yang justru terpantau mengalami kenaikan.
Kemerosotan pasar saham domestik dipicu oleh tekanan hebat yang dialami oleh jajaran emiten milik Prajogo Pangestu. Beberapa di antaranya meliputi saham BRPT, BREN, hingga TPIA.
Pelemahan IHSG ini berjalan seiringan dengan jatuhnya seluruh sektor saham di bursa. Koreksi paling dalam dicatatkan oleh sektor properti, dilanjutkan oleh sektor konsumer primer, keuangan, kesehatan, energi, serta konsumer non primer.
Meski indeks secara keseluruhan ditutup melemah, beberapa saham tetap berhasil mencetak lompatan harga signifikan. Saham-saham ini bahkan menyentuh batas auto reject atas (ARA).
Lonjakan tertinggi dialami oleh DEFI yang melesat 34,97% menjadi Rp 220, diikuti LCKM yang menguat 34,88% ke level Rp 116. Selanjutnya, saham MDIA meningkat 34,82% menjadi Rp 120 dan KICI melesat 34,38% menuju Rp 258.
Aksi beli juga memicu ARA pada saham VISI sebesar 25% menjadi Rp 925, serta BABY yang terangkat 24,76% ke posisi Rp 262. Kenaikan pesat lain turut dibukukan oleh saham MDIA yang menguat 29,21% ke level Rp 115, LCKM naik 29,07% ke Rp 111, dan CMNP menguat 17,36% ke posisi Rp 1.690.
Kilas Balik Kinerja IHSG Pekan Lalu
Kondisi ini berbeda dengan capaian sepanjang pekan lalu, di mana IHSG BEI ditutup menguat sebanyak 175 poin atau sekitar 2,35% menuju level 7.634. Penguatan pekan lalu ditopang oleh kenaikan harga pada 641 saham.
Sementara itu, sebanyak 145 saham terpantau ditutup stagnan pada pekan lalu. Tercatat hanya ada 173 emiten yang mengalami penurunan harga sepanjang periode tersebut.
Apresiasi indeks pada pekan lalu disokong oleh penguatan sejumlah saham yang didominasi emiten milik Prajogo Pangestu dan Sinarmas. Secara rinci, BREN naik 14,22%, BRPT meningkat 16,45%, MORA menguat 20,23%, DSSA naik 4,5%, dan CUAN melonjak 18,22%.
Kenaikan indeks pekan lalu juga didukung oleh penguatan mayoritas sektor saham. Sektor transportasi memimpin penguatan sebesar 12,12%, disusul sektor industri yang menguat 9,33%, dan sektor energi yang naik 6,02%.
Sektor infrastruktur turut menyumbang penguatan sebesar 5,40% serta sektor material dasar yang naik 5,37%. Di sisi lain, penurunan masih terus melanda saham dari sektor keuangan.