Indeks harga saham gabungan (IHSG) diproyeksikan bergerak menguat pada perdagangan Selasa (19/5/2026). Pergerakan ini menjadi momentum setelah indeks ditutup melemah sebesar 124,08 poin atau 1,85 persen ke posisi 6.599,2 pada hari sebelumnya, seperti dilansir dari Investor Daily.
Penguatan bursa domestik didorong oleh mayoritas pasar saham Asia yang berbalik menguat pagi ini. Sementara itu, ketegangan geopolitik sedikit mereda setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menunda rencana serangan terhadap Iran, yang membuat harga minyak dunia melandai meski masih di level tinggi.
Kondisi ini kontras dengan bursa Wall Street yang mayoritas ditutup melemah pada Senin (18/5/2026). Pasar saham Amerika Serikat tertekan oleh penurunan sektor teknologi, seiring melonjaknya imbal hasil obligasi dan tingginya harga komoditas minyak.
Merespons sentimen pasar yang ada, sejumlah analis menyiapkan daftar saham pilihan untuk aktivitas trading hari ini. Mandiri Sekuritas merilis tiga saham rekomendasi beli lengkap dengan target harga serta batas penahan posisi rugi.
Saham pilihan pertama direkomendasikan beli dengan harga penutupan terakhir di angka 4.200. Saham ini memiliki target harga pada level 4.300, didukung area support di posisi 4.150 dan resistance pada level 4.300, sementara batas stop loss ditetapkan di 4.150.
Saham pilihan kedua juga mendapatkan rekomendasi beli setelah ditutup pada harga 3.080. Analis mematok target harga di level 3.170 dengan area support di 3.040, batas resistance di 3.170, serta titik stop loss pada posisi 3.040.
Saham pilihan ketiga yang bernilai nominal tinggi direkomendasikan beli dengan harga penutupan berada di level 24.950. Target harga saham ini dipasang pada angka 25.550, dengan titik support di 24.625, batas resistance di 25.550, dan pengaman stop loss di level 24.625.
Aktivitas Pasar Modal dan Pergerakan Modal Asing
Di sisi lain, BNI Sekuritas turut menyiapkan enam saham pilihan untuk memandu investor bertransaksi hari ini. Langkah ini diambil di tengah dinamika aliran modal asing yang bergerak variatif dalam beberapa sesi perdagangan terakhir.
Berdasarkan data perdagangan sebelumnya, investor asing tercatat melakukan aksi jual bersih atau net sell pada beberapa saham seperti ANTM, BREN, dan AMMN. Pelepasan aset oleh pihak asing tersebut terjadi bersamaan dengan koreksi IHSG pada awal pekan.
Meski demikian, aksi beli bersih atau net buy asing tetap terjadi pada saham-saham berkapitalisasi besar. Saham BBCA, BMRI, dan TLKM menjadi buruan ekuitas asing dan masuk dalam daftar koleksi di tengah tekanan pasar.
Dinamika Ekonomi Domestik
Pergerakan pasar modal hari ini juga dibayangi oleh fluktuasi nilai tukar rupiah dan prospek BI Rate. Namun, menteri keuangan mengimbau agar masyarakat tetap tenang dan tidak panik dalam menyikapi pelemahan kurs rupiah yang sedang berlangsung.
Sektor komoditas juga mencatat aksi korporasi strategis, di mana emiten nikel PT Ifishdeco Tbk (IFSH) tengah merancang akuisisi. Perseroan memantau empat hingga enam calon tambang baru di wilayah Sulawesi dan Maluku, dengan peluang eksekusi sebesar 50 persen pada tahun 2026.