IHSG 15 April 2026 Ditutup Melemah ke 7.623 Akibat Aksi Ambil Untung

IHSG 15 April 2026 Ditutup Melemah ke 7.623 Akibat Aksi Ambil Untung
Foto: Ilustrasi IHSG 15 April 2026 Ditutup Melemah ke 7.623 Akibat Aksi Ambil Untung.

Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) bergerak berbalik arah dan ditutup melemah pada perdagangan Rabu (15/4/2026). Dilansir dari Investortrust, indeks mengalami penurunan sebesar 52,36 poin atau terkoreksi 0,68% ke level 7.623.

Sepanjang hari perdagangan, indeks saham bergerak pada rentang nilai terendah 7.622 hingga mencapai nilai tertinggi 7.773. Adapun total nilai transaksi yang dibukukan oleh para pelaku pasar mencapai Rp 21,44 triliun.

Kondisi pasar modal domestik ini berbanding terbalik dengan situasi mayoritas bursa saham di Asia yang justru terpantau menguat. Pelemahan di dalam negeri dipicu oleh maraknya aksi ambil untung (profit taking) terhadap sejumlah saham, terutama pada emiten milik Prajogo Pangestu yang sebelumnya telah melesat selama lima hari berturut-turut.

Sektor infrastruktur menjadi salah satu penekan utama laju indeks dengan penurunan sebesar 1,33%. Selain itu, koreksi juga melanda sektor kesehatan sebesar 2,81%, sektor konsumer primer sebesar 1%, sektor material dasar sebesar 0,44%, dan sektor energi yang melemah 0,27%. Di sisi lain, saham-saham dari sektor transportasi, industri, konsumer non-primer, serta properti bergerak ke zona hijau.

Walaupun laju IHSG tertahan oleh aksi ambil untung, performa impresif tetap ditunjukkan oleh beberapa saham yang berhasil melonjak hingga terkena pembatasan auto reject atas (ARA). Saham DEFI melesat 34,33% ke posisi Rp 90, SDMU menguat 34,88% menjadi Rp 116, dan PSDN melambung 34,13% ke level Rp 224.

Lonjakan hingga menyentuh batas ARA juga dialami oleh WBSA, saham emiten baru yang baru melakukan listing pekan lalu, dengan kenaikan sebesar 25% ke posisi Rp 440. Emiten lain yang menguat tajam adalah RONY yang naik 24,92% menjadi Rp 1.955, ASLI naik 24,56% menjadi Rp 426, BIKE menguat 24,43% menjadi Rp 550, dan MLPT naik 20% ke level Rp 24.300.

Kondisi ini berbalik dari pergerakan sehari sebelumnya, di mana IHSG ditutup melesat tajam 175,76 poin atau menguat 2,34% menuju posisi 7.675. Pada perdagangan tersebut, indeks bergerak di kisaran 7.500 hingga 7.686 dengan total nilai transaksi yang dibukukan sebesar Rp 23,52 triliun.

Suntikan energi pada perdagangan hari sebelumnya didorong oleh penguatan saham-saham berkapitalisasi besar (big cap) serta emiten konglomerasi. Beberapa di antaranya meliputi grup konglomerasi milik Prajogo Pangestu, Happy Hapsoro, Sinarmas, Bakrie, hingga Haji Isam.

Kenaikan tersebut juga ditopang oleh pertumbuhan masif di sejumlah sektor. Sektor infrastruktur memimpin penguatan sebesar 5,62%, diikuti sektor industri sebesar 4,47%, sektor energi sebesar 3,68%, sektor material dasar sebesar 3,55%, sektor transportasi sebesar 3,20%, dan sektor keuangan yang naik 1,23%. Sebaliknya, sektor konsumer primer menjadi satu-satunya yang melemah sebesar 0,95%.

Pada perdagangan tersebut, sejumlah emiten turut mencatatkan lonjakan harga maksimal hingga terkena ARA. Di antaranya adalah saham RICY yang melesat 34,88% menjadi Rp 116, PPRE menguat 34,65% menjadi Rp 136, PURI meningkat 34,75% menjadi Rp 190, DEFI naik 34% ke posisi Rp 67, dan MDIA yang menguat sebesar 33,33% menuju level Rp 72.

Artikel terkait

Rekomendasi