Ifishdeco Bagikan Dividen Tunai Rp 50 Miliar dari Laba Buku 2025

Ifishdeco Bagikan Dividen Tunai Rp 50 Miliar dari Laba Buku 2025
Foto: Ilustrasi Ifishdeco Bagikan Dividen Tunai Rp 50 Miliar dari Laba Buku 2025.

Pembagian dividen tunai sebesar Rp 50 miliar kini siap direalisasikan oleh emiten pertambangan nikel, PT Ifishdeco Tbk (IFSH). Langkah strategis tersebut diambil dari pemanfaatan laba bersih tahun buku 2025.

Keputusan krusial ini telah mendapatkan persetujuan resmi. Hal itu terjadi dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) perseroan yang berlangsung pada Senin (18/5/2026).

Seperti dikutip dari Money, alokasi keuntungan tersebut setara dengan 69,32 persen dari laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk perseroan. Para pemegang saham dipastikan mengantongi keuntungan Rp 26 per saham.

ÔÇ£Sebesar Rp 26 per saham atau seluruhnya sebesar Rp 50 miliar atau sekitar 69,32 persen dari laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk perseroan tahun buku 2025, dibagikan sebagai dividen tunai kepada para pemegang saham perseroan,ÔÇØ ujar Presiden Direktur Ifishdeco Muhammad Ishaq, Senin (18/5/2026).

Kinerja keuangan perseroan memang menunjukkan tren positif sepanjang tahun lalu. IFSH berhasil mendulang pendapatan mencapai Rp 1 triliun, angka yang menunjukkan pertumbuhan sebesar 2,90 persen dari capaian tahun sebelumnya.

Sinyal positif ini diikuti oleh lonjakan laba bersih tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk. Nilainya menyentuh Rp 106,515 miliar, atau menguat 6,39 persen dibandingkan laba tahun lalu yang berada di angka Rp 100,1Base miliar.

Manajemen perseroan memastikan tidak menghabiskan seluruh laba bersih untuk dividen. Sisa keuntungan yang ada akan dialokasikan kembali ke dalam kas perusahaan sebagai laba ditahan demi memperkuat modal kerja dan ekspansi masa depan.

ÔÇ£Sisanya dibukukan sebagai laba ditahan, untuk menambah modal kerja perseroan,ÔÇØ papar Ishaq.

Langkah penahanan laba ini menjadi bagian dari strategi mitigasi risiko. Perseroan berkomitmen mengukuhkan fondasi bisnis sekaligus menjaga stabilitas operasional di tengah fluktuasi harga nikel di pasar global.

Perubahan Struktur Manajemen Baru

Selain menetapkan kebijakan modal dan dividen, agenda RUPST juga menghasilkan keputusan penting terkait restrukturisasi internal organisasi. Manajemen menyetujui perubahan susunan pengurus pada jajaran dewan komisaris dan direksi.

Estafet kepengusahaan mengalami penyegaran setelah rapat menerima pengunduran diri Ryan Fong Jaya dari posisinya sebagai Komisaris. Rapat sekaligus memberikan pelunasan serta pembebasan tanggung jawab sepenuhnya atau acquit et de charge.

Guna mengisi struktur kerja yang dinamis, perseroan resmi menunjuk Tariani dan Kevin Christianto untuk mengemban tugas sebagai Direktur baru. Masa jabatan keduanya mulai berlaku efektif sejak momentum penutupan rapat tersebut.

Artikel terkait

Rekomendasi