Perusahaan house of brands berbasis teknologi, Hypefast, menargetkan pelaksanaan penawaran umum perdana saham atau Initial Public Offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tahun 2027 mendatang. Penguatan fundamental bisnis menjadi langkah strategis utama yang dipersiapkan perusahaan sepanjang tahun ini untuk merealisasikan rencana go public tersebut.
Dilansir dari Money, pendiri sekaligus CEO Hypefast, Achmad Alkatiri, menjelaskan bahwa dana hasil melantai di bursa nantinya akan dialokasikan untuk memperluas ekosistem perusahaan. Rencana ekspansi mencakup pengembangan jalur distribusi luring, peningkatan kapasitas manufaktur, hingga penetrasi brand lokal ke pasar Asia Tenggara.
Kinerja keuangan perusahaan menunjukkan tren positif dengan pertumbuhan laba bersih (net income) mencapai lebih dari 300 persen secara tahunan (YoY) pada kuartal I-2026. Arus kas bersih perusahaan juga mencatatkan kenaikan signifikan hingga mendekati angka 250 persen pada periode yang sama.
ÔÇ£Momentum di kuartal awal tahun ini menjadi fondasi penting bagi langkah kami ke depan. Fokus kami adalah menjaga kualitas pertumbuhan, memperkuat fundamental, dan terus menciptakan nilai jangka panjang bagi seluruh ekosistem,ÔÇØ ujar Achmad Alkatiri, CEO Hypefast pada Rabu (29/4/2026).
Hypefast yang berdiri sejak 2020 ini kini menaungi sembilan merek lokal dari kategori kecantikan, mode, hingga kebutuhan ibu dan anak. Beberapa merek di bawah naungannya, seperti Cessa dan Luxcrime, masing-masing mencatatkan pertumbuhan laba bersih sebesar 189 persen dan 110 persen selama tiga bulan pertama tahun 2026.
ÔÇ£Kuartal pertama 2026 menjadi pencapaian yang patut kami syukuri. Angka-angka dalam laporan ini mencerminkan ketangguhan individu di baliknya: mulai dari tim kami, para founder brand, hingga loyal customer. Keyakinan yang sama inilah yang terus mendorong kami untuk melangkah maju,ÔÇØ kata Achmad Alkatiri.
Di sektor fashion, Bohopanna berhasil meraih pendapatan kuartalan tertinggi dalam sejarah merek tersebut, sementara Nyonya Piyama mencatat kenaikan pendapatan sebesar 93 persen. Perusahaan menegaskan komitmennya untuk tetap waspada terhadap dinamika geopolitik global sembari menjaga kekuatan fundamental bisnis.
ÔÇ£Kami melangkah ke sisa tahun ini dengan optimisme yang kuat, namun tetap dengan berhati-hati di tengah dinamika geopolitik global yang terus berubah. Apapun kondisi pasar ke depan, fundamental bisnis kami tetap kuat, dan kami berkomitmen untuk menyaganya,ÔÇØ tambah Achmad Alkatiri.