Tradisi menitipkan doa kepada orang yang berangkat haji menjadi kebiasaan yang melekat kuat bagi umat Islam di Indonesia. Hal ini didasari oleh keyakinan bahwa berdoa di depan Ka'bah memiliki keutamaan khusus agar keinginan dikabulkan oleh Allah SWT.
Dilansir dari Detikcom, keyakinan tersebut merujuk pada sabda Rasulullah SAW mengenai kemuliaan tempat-tempat tertentu di tanah suci. Dari Ibnu Abbas RA, Rasulullah SAW bersabda:
"Antara rukun Hajar Aswad dan pintu Ka'bah yang disebut Multazam. Tidak ada seorang pun hamba Allah yang berdoa di tempat ini tanpa terkabul permintaannya."
Mendoakan keselamatan dan kelancaran ibadah haji seseorang sangat dianjurkan dalam Islam. Selain itu, mereka yang belum berkesempatan berangkat diperbolehkan menitip doa kebaikan kepada jemaah yang akan pergi.
Dinukil dari buku 200 Motivasi Nabi & Kisah Inspiratif Pembangun Jiwa karya As-Samarqandi, praktik menitip doa ini sudah dilakukan sejak era kenabian. Saat Umar bin Khattab berpamitan untuk melaksanakan umrah, Rasulullah SAW justru meminta agar namanya disertakan dalam doa-doa Umar.
Ï╣┘Ä┘å┘É ÏºÏ¿┘Æ┘å┘É Ï╣┘Å┘à┘ÄÏ▒┘Ä Ï╣┘Ä┘å Ï╣┘Ä┘à┘ÄÏ▒┘Ä Ïú┘Ä┘å┘æ┘Ä┘ç┘ŠϺÏ│┘ÆÏ¬┘ÄÏú┘ÆÏ░┘Ä┘å┘Ä Nabi ÏÁ┘ä┘ë Ϻ┘ä┘ä┘ç Ï╣┘ä┘è┘ç ┘êÏ│┘ä┘à ┘ü┘è Ϻ┘äÏ╣┘Å┘à┘ÆÏ▒┘ÄÏ®┘É ┘ü┘Ä┘é┘ÄϺ┘ä┘Ä ┘è┘ÄϺ Ïú┘ÄÏ«┘É┘è Ïú┘ÄÏ┤┘ÆÏ▒┘É┘â┘Æ┘å┘ÄϺ ┘ü┘É┘è Ï»┘ÅÏ╣┘ÄϺϪ┘É┘â┘Ä ┘ê┘Ä┘ä┘ÄϺ Ϭ┘Ä┘å┘ÆÏ│┘Ä┘å┘ÄϺ
Artinya: "Dari Ibnu Umar dari Umar, sesungguhnya Umar minta izin kepada Nabi melakukan umrah, maka Nabi bersabda, 'Wahai saudaraku sertakan kami dalam doamu dan jangan lupa mendoakan kami'." (HR Tirmidzi)
Sejarah Tsaniyatul Wada'
Lokasi pelepasan jemaah juga memiliki nilai sejarah. Tradisi menitipkan pesan doa telah ada sejak masa Rasulullah SAW di sebuah tempat bernama Tsaniyatul Wada', yang juga menjadi titik para sahabat menyambut beliau pulang dari peperangan.
Imam an-Nawawi dalam kitab Al-Minhaj fi Syarh Shahih Muslim bin al-Hajjaj menjelaskan asal-usul nama tempat tersebut sebagaimana dikutip dari laman resmi NU Online:
┘êÏú┘àϺ Ͻ┘å┘èÏ® Ϻ┘ä┘êϻϺÏ╣ ┘ü┘ç┘è Ï╣┘åÏ» Ϻ┘ä┘àÏ»┘è┘åÏ® Ï│┘à┘èϬ Ï¿Ï░┘ä┘â ┘äÏú┘å Ϻ┘äϫϺÏ▒ϼ dari Ϻ┘ä┘àÏ»┘è┘åÏ® ┘è┘àÏ┤┘è ┘àÏ╣┘ç Ϻ┘ä┘à┘êÏ»Ï╣┘ê┘å Ϻ┘ä┘è┘çϺ
Artinya: "Adapun Tsaniyatul Wada' adalah tempat samping Madinah, dinamakan begitu karena orang yang keluar dari Madinah itu berjalan bersama orang-orang yang ditinggalkannya (untuk mengantar)."
Simbol Pelepasan Jemaah
Penjelasan lebih spesifik mengenai fungsi lokasi tersebut tertuang dalam kitab Syarh Shahih Al-Bukhari karya Imam Ibnu Bathal. Tsaniyatul Wada' secara khusus menjadi titik pertemuan emosional bagi para sahabat.
Ϻ┘å┘àϺ Ï│┘à┘èϬ Ï¿Ï░┘ä┘â ┘äÏú┘å┘ç┘à ┘âϺ┘å┘êϺ ┘èÏ┤┘èÏ╣┘ê┘å Ϻ┘äϡϺϼ ┘êϺ┘äÏ║Ï▓ϺϮ Ϻ┘ä┘è┘çϺ ┘ê┘è┘êÏ»Ï╣┘ê┘å┘ç┘à Ï╣┘åÏ»┘çϺ
Artinya: "Dinamakan Tsaniyatul Wada' karena para sahabat mengantarkan orang yang berhaji dan berperang dan menitipkan kepada mereka (doa)."
Berdasarkan catatan sejarah tersebut, kebiasaan menitip doa bukan sekadar budaya lokal. Praktik ini merupakan warisan spiritual yang telah dicontohkan sejak generasi awal umat Islam untuk meraih keberkahan di tempat-tempat mustajab.