Hukum Menggabungkan Puasa Qadha Ramadhan dengan Puasa Senin Kamis

Hukum Menggabungkan Puasa Qadha Ramadhan dengan Puasa Senin Kamis
Foto: Ilustrasi Hukum Menggabungkan Puasa Qadha Ramadhan dengan Puasa Senin Kamis.

Umat Muslim sering kali memanfaatkan hari Senin dan Kamis untuk menjalankan ibadah puasa sunnah guna mengikuti anjuran Rasulullah SAW. Namun, persoalan muncul bagi mereka yang masih memiliki kewajiban melunasi utang puasa Ramadhan akibat sakit, haid, atau faktor perjalanan.

Dikutip dari Cahaya, banyak orang mempertanyakan kebolehan menggabungkan niat puasa qadha Ramadhan dengan puasa sunnah Senin Kamis dalam satu waktu. Langkah ini biasanya diambil agar tanggungan puasa wajib segera selesai sekaligus mendapatkan keutamaan ibadah sunnah.

Puasa Senin Kamis memiliki kedudukan istimewa karena pada hari-hari tersebut amal manusia diperlihatkan kepada Allah SWT. Rasulullah SAW dalam hadis riwayat Abu Hurairah menegaskan kegemarannya berpuasa saat amalnya dilaporkan.

Berbeda dengan amalan sunnah, puasa qadha adalah kewajiban bagi siapa pun yang melewatkan puasa Ramadhan karena alasan syarÔÇÖi. Kewajiban ini secara tegas disebutkan dalam Surah Al-Baqarah ayat 185.

ÔÇ£Barang siapa sakit atau dalam perjalanan (lalu tidak berpuasa), maka wajib menggantinya sebanyak hari yang ditinggalkan pada hari-hari yang lain.ÔÇØ

Buku tulisan Amirulloh Syarbini berjudul Dahsyatnya Puasa Wajib dan Sunnah menekankan bahwa qadha puasa adalah tanggung jawab ibadah. Amanah ini tidak boleh diabaikan sampai bertemu dengan bulan Ramadhan berikutnya.

Ketentuan Menggabungkan Dua Niat

Mayoritas ulama memperbolehkan pelaksanaan puasa qadha Ramadhan pada hari Senin atau Kamis. Namun, terdapat diskusi mendalam mengenai perolehan pahala dari ibadah sunnah yang menyertainya.

Sebagian pendapat menyatakan bahwa jika seseorang mengutamakan niat qadha, maka puasa wajibnya sah dan pelakunya berpeluang meraih berkah waktu Senin atau Kamis. Pandangan ini merujuk pada hadis riwayat Umar bin Khattab mengenai pentingnya niat.

ÔÇ£Sesungguhnya setiap amal tergantung pada niatnya.ÔÇØ

Di sisi lain, buku Fiqih Niat karya Isnan Ansory menyebutkan adanya pandangan bahwa penggabungan niat wajib dan sunnah bisa mengurangi kesempurnaan salah satunya. Beberapa ulama menjelaskan bahwa dalam kondisi ini, puasa qadha tetap sah, tetapi puasa Senin Kamis tidak terhitung sebagai ibadah sunnah mandiri.

Pandangan Syaikh Ibnu Utsaimin

Ulama Saudi, Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin, memberikan klasifikasi berbeda antara penggabungan sesama puasa sunnah dengan penggabungan antara wajib dan sunnah. Menurutnya, status puasa wajib tetap harus mendapatkan prioritas utama dibandingkan amalan sunnah.

Ibadah wajib memiliki posisi lebih tinggi di mata hukum Islam. Oleh karena itu, para ulama menyarankan agar umat Muslim segera menuntaskan utang Ramadhan terlebih dahulu daripada memperbanyak puasa sunnah jika waktunya terbatas.

Perbedaan Waktu Membaca Niat

Terdapat perbedaan teknis yang mendasar dalam pembacaan niat antara kedua jenis puasa ini. Untuk puasa qadha Ramadhan, niat wajib dilakukan sejak malam hari atau paling lambat sebelum masuk waktu Subuh agar ibadahnya sah.

Sebaliknya, niat puasa sunnah Senin Kamis memiliki fleksibilitas lebih tinggi karena boleh dilakukan pada pagi hari sebelum zuhur. Syaratnya, orang tersebut belum makan, minum, atau melakukan hal yang membatalkan puasa sejak fajar menyingsing.

Berikut adalah bacaan niat untuk masing-masing jenis puasa tersebut:

┘å┘Ä┘ê┘Ä┘è┘ÆÏ¬┘Å ÏÁ┘Ä┘ê┘Æ┘à┘Ä ┘è┘Ä┘ê┘Æ┘à┘Ä Ïº┘Æ┘äϺ┘ÉϽ┘Æ┘å┘Ä┘è┘Æ┘å┘É Ï│┘Å┘å┘æ┘ÄÏ®┘ï ┘É┘ä┘ä┘ç┘É Ï¬┘ÄÏ╣┘ÄϺ┘ä┘Ä┘ë

Nawaitu shauma yaumal itsnaini sunnatan lillaahi taÔÇÿaalaa.

Artinya: ÔÇ£Aku berniat puasa sunnah hari Senin karena Allah TaÔÇÖala.ÔÇØ

┘å┘Ä┘ê┘Ä┘è┘ÆÏ¬┘Å ÏÁ┘Ä┘ê┘Æ┘à┘Ä Ï║┘ÄÏ»┘ì Ï╣┘Ä┘å┘Æ ┘é┘ÄÏÂ┘ÄϺÏí┘É ┘ü┘ÄÏ▒┘ÆÏÂ┘É Ï┤┘Ä┘ç┘ÆÏ▒┘É Ï▒┘Ä┘à┘ÄÏÂ┘ÄϺ┘å┘Ä ┘ä┘É┘ä┘ç┘É Ï¬┘ÄÏ╣┘ÄϺ┘ä┘Ä┘ë

Nawaitu shauma ghadin ÔÇÿan qadhaai fardhi syahri Ramadhaana lillaahi taÔÇÿaalaa.

Artinya: ÔÇ£Aku berniat mengqadha puasa wajib Ramadhan esok hari karena Allah TaÔÇÖala.ÔÇØ

Mengambil waktu Senin dan Kamis untuk qadha puasa dinilai membantu kedisiplinan dan menjaga rutinitas spiritual. Namun, cara yang paling aman adalah tetap memfokuskan niat utama pada pelunasan utang puasa wajib demi memenuhi tanggung jawab ibadah.

Artikel terkait

Rekomendasi