Hormon Kehamilan dan Pertumbuhan Janin Picu Gangguan Pencernaan Ibu Hamil

Hormon Kehamilan dan Pertumbuhan Janin Picu Gangguan Pencernaan Ibu Hamil
Foto: Ilustrasi Hormon Kehamilan dan Pertumbuhan Janin Picu Gangguan Pencernaan Ibu Hamil.

Sistem pencernaan ibu hamil kerap mengalami perubahan seiring dengan membesarnya ukuran perut selama masa kehamilan.

Seperti dilansir dari Medcom, banyak ibu hamil mengeluhkan kondisi perut yang terasa penuh, mudah kembung, sering bersendawa, hingga memproduksi gas berlebih.

Keluhan pencernaan ini umumnya muncul pada fase trimester pertama dan trimester ketiga masa kehamilan.

Fenomena tersebut merupakan bentuk adaptasi tubuh terhadap fluktuasi hormon serta perkembangan janin yang berada di dalam kandungan.

Dilansir dari Parents, seorang ahli persalinan yang berbasis di Kota New York, Sheri Bayles, RN, menjelaskan bahwa perkembangan janin menyebabkan ruang di dalam rongga perut menjadi semakin terbatas.

ÔÇ£Usus kamu menjadi sesak, dan pencernaan mungkin menjadi lebih tidak teratur, sehingga kamu merasa kembung dan penuh gas,ÔÇØ kata Sheri Bayles.

Selain akibat desakan fisik pada rongga perut, hormon kehamilan turut memperlambat kinerja saluran pencernaan.

Kondisi hormonal tersebut memicu gejala sendawa berlebih, perut kembung, hingga sensasi panas di dada atau heartburn menjadi lebih sering terjadi.

Faktor pola makan yang kurang tepat selama masa kehamilan juga berisiko memperburuk gangguan pada sistem pencernaan.

Beberapa jenis hidangan dan minuman yang memicu produksi gas berlebih meliputi minuman bersoda, makanan pedas, produk olahan susu, serta biji-bijian utuh.

Sayuran dari kelompok cruciferous seperti kembang kol, brokoli, kubis Brussel, dan kubis juga dapat membuat perut semakin kembung.

Guna meredakan gejala tersebut, ibu hamil disarankan untuk mengubah pola makan menjadi porsi kecil namun dilakukan lebih sering.

Langkah ini bertujuan agar organ pencernaan tidak bekerja terlalu keras dalam memproses makanan.

Melakukan aktivitas fisik ringan seperti berjalan kaki selama kurun waktu 20 menit setelah makan malam juga efektif membantu melancarkan pencernaan.

Aktivitas olahraga ringan ini aman dilakukan sepanjang ibu hamil tidak memiliki batasan medis dari tenaga kesehatan.

Bagi ibu hamil yang sering mengalami gangguan pencernaan atau heartburn pada malam hari, pengaturan posisi tidur dapat meminimalkan rasa tidak nyaman.

Tidur dengan menopang kepala menggunakan bantal tambahan atau memosisikan kaki sedikit lebih tinggi mampu mengurangi tekanan pada usus.

Apabila berbagai langkah mandiri tersebut belum berhasil meredakan keluhan yang mengganggu, ibu hamil dianjurkan segera berkonsultasi dengan tenaga kesehatan.

Konsultasi medis diperlukan untuk memastikan keamanan penggunaan obat anti-gas yang sesuai bagi kondisi kehamilan.

Artikel terkait

Rekomendasi