HM Sampoerna Bagikan Dividen Tunai Rp6,55 Triliun

HM Sampoerna Bagikan Dividen Tunai Rp6,55 Triliun
Foto: Ilustrasi HM Sampoerna Bagikan Dividen Tunai Rp6,55 Triliun.

PT HM Sampoerna Tbk (HMSP) memutuskan untuk membagikan dividen tunai final sebesar Rp6,55 triliun dari saldo laba tahun buku 2025 dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) di Jakarta pada Senin (18/5/2026).

Alokasi keuntungan tersebut setara dengan Rp56,3 per saham bagi para pemegang saham emiten rokok ini. Nilai pembagian ini mengalami sedikit kenaikan dibandingkan tahun sebelumnya yang tercatat sebesar Rp56,2 per saham dengan total Rp6,54 triliun, sebagaimana dilansir dari Investasi.

Hasil keputusan rapat tersebut memproyeksikan PT Philip Morris Indonesia selaku pemegang saham pengendali akan memperoleh dividen sekitar Rp6,05 triliun. Di sisi lain, porsi dividen bagi investor publik dijadwalkan menerima alokasi sebesar Rp495,15 miliar.

Pada hari pelaksanaan RUPST, saham HMSP ditutup melemah 1,35 persen atau turun 10 poin ke level Rp730 per saham. Penurunan ini menggenapi akumulasi pelemahan harga saham sebesar 5,19 persen atau susut 40 poin selama periode perdagangan lima hari terakhir.

Rasio imbal hasil dividen atau yield dari saham HMSP tercatat mencapai 7,7 persen jika dihitung berdasarkan harga penutupan terakhir. Angka yield tersebut berkisar tiga kali lipat lebih tinggi daripada tingkat suku bunga deposito rupiah di bank umum yang berada di level 2 persenan.

Manajemen emiten mengumumkan bahwa hak atas dividen tunai final hanya akan diberikan kepada pemegang saham yang namanya masuk dalam Daftar Pemegang Saham (DPS) pada batas tanggal pencatatan yang telah ditentukan. Jadwal pencatatan nama pemegang saham atau recording date ditetapkan pada 2 Juni 2026, sedangkan proses pembayaran dividen akan dilaksanakan pada 19 Juni 2026.

Pertumbuhan laba bersih perseroan tetap terealisasi meskipun pendapatan bersih HMSP sepanjang kuartal I-2026 mengalami penurunan sebesar 5,50 persen secara tahunan menjadi Rp27,2 triliun dari Rp28,78 triliun. Keuntungan tetap terjaga karena beban pokok penjualan ikut menyusut 6,57 persen secara tahunan menjadi Rp22,20 triliun dari posisi sebelumnya Rp23,76 triliun.

Kinerja laba perusahaan juga terbantu oleh lonjakan pos penghasilan lain-lain sebesar 16,10 persen secara tahunan menjadi Rp89,20 miliar dari periode sebelumnya sebesar Rp76,83 miliar. Kondisi tersebut membuat laba bersih HMSP kuartal I-2026 tumbuh 7,19 persen menjadi Rp2,05 triliun dibandingkan perolehan Maret 2025 yang bernilai Rp1,91 triliun.

Hingga periode 31 Maret 2026, laporan keuangan mencatat total aset HMSP tumbuh sekitar 0,66 persen menjadi Rp51,90 triliun. Jumlah aset ini mengalami peningkatan dari posisi pada tanggal 31 Desember 2025 yang bernilai Rp51,56 triliun.

Artikel terkait

Rekomendasi