Jamaah haji Indonesia diminta mengonsumsi air minum sebanyak 150 mililiter setiap satu jam guna mengantisipasi dampak cuaca panas ekstrem selama menjalankan ibadah di Tanah Suci. Langkah preventif ini sangat penting untuk menghindari risiko dehidrasi hingga serangan panas atau heatstroke.
Anjuran tersebut disampaikan oleh dokter spesialis gizi klinik, dr Pande Putu Agus Mahendra, M.Gizi, Sp.GK., sebagaimana dilansir dari Investor Daily pada Jumat (15/5/2026). Ia menekankan pentingnya menjaga kecukupan cairan secara konsisten di tengah suhu tinggi.
"Usahakan konsumsi air mineral 150 mililiter per jam untuk menjaga hidrasi selama melakukan kegiatan ibadah," kata dr Pande Putu Agus Mahendra, M.Gizi, Sp.GK.
Pande menjelaskan bahwa kebutuhan cairan harian normal bagi orang dewasa berkisar antara delapan hingga sepuluh gelas berukuran 250 mililiter. Namun, standar kebutuhan tersebut dipastikan meningkat drastis seiring dengan tingginya intensitas aktivitas fisik serta paparan cuaca panas di Arab Saudi.
Kondisi dehidrasi yang tidak tertangani dapat memicu gangguan sistemik serius, termasuk peningkatan beban kerja jantung dan gangguan fungsi ginjal. Beberapa gejala yang patut diwaspadai jamaah meliputi rasa lemas, limbung, sakit kepala, hingga mual akibat kekurangan cairan.
Dokter lulusan Universitas Indonesia ini juga menyoroti fenomena dehidrasi kronis yang sering kali membuat seseorang kehilangan sensasi haus meskipun tubuh sangat membutuhkan air. Ia menyarankan agar asupan cairan dilakukan secara bertahap sepanjang hari.
"Air elektrolit dapat diperlukan, tapi bukan menjadi minuman utama dan tetap harus dikombinasikan dengan air mineral," ujarnya.
Selain rutin meminum air mineral, para jamaah dianjurkan mengonsumsi buah-buahan berkadar air tinggi serta makanan berkuah. Pande juga meminta jamaah untuk secara mandiri memantau kondisi hidrasi mereka melalui pemeriksaan warna urine secara berkala.
Kementerian Haji dan Umrah RI sebelumnya telah mengeluarkan peringatan serupa melalui media sosial terkait cuaca panas di Tanah Suci. Instansi tersebut mengimbau jamaah untuk selalu membawa payung atau pelindung berwarna terang serta mengambil waktu istirahat secara rutin di tempat yang teduh.