Paris Saint-Germain (PSG) berhasil menahbiskan diri sebagai penguasa Eropa setelah sukses mempertahankan gelar juara Liga Champions musim 2025/2026. Keberhasilan ini dipastikan setelah mereka menumbangkan Arsenal melalui drama adu penalti yang berakhir dengan skor 4-3.
Pertandingan yang berlangsung di Puskas Arena, Budapest, pada Sabtu (30/5/2026) malam WIB tersebut harus berlanjut ke babak tos-tosan setelah kedua tim bermain imbang 1-1 hingga babak tambahan waktu usai.
Pencapaian luar biasa ini membuat PSG mengukir sejarah baru di kancah sepak bola internasional. Klub asal Paris tersebut kini tercatat sebagai tim pertama setelah Real Madrid yang mampu meraih trofi Liga Champions secara berturut-turut atau back-to-back.
Prestasi ini semakin istimewa karena terjadi dalam era modern kompetisi, tepatnya sejak format baru diperkenalkan pada musim 1992/1993. Dominasi PSG di Eropa pun kini semakin sulit untuk dibantah oleh para pesaingnya.
Di sisi lain, kekalahan ini memperpanjang luka bagi Arsenal yang kembali gagal mengakhiri penantian panjang mereka untuk merajai kompetisi tertinggi di Benua Biru tersebut. The Gunners seolah masih terjebak dalam kutukan final Liga Champions.
Hingga saat ini, klub asal London Utara tersebut tercatat belum pernah sekali pun mengangkat trofi si Kuping Besar. Padahal, mereka sudah berhasil menembus partai puncak sebanyak dua kali, yakni pada tahun 2006 dan tahun 2026.
Jalannya Pertandingan dan Gol Cepat Havertz
Laga baru berjalan enam menit, Arsenal langsung memberikan kejutan besar kepada lini pertahanan PSG melalui gol cepat yang dilesakkan oleh Kai Havertz. Gol tersebut lahir berkat umpan matang dari Leandro Trossard yang gagal diantisipasi dengan baik.
Ketinggalan satu gol di menit-menit awal memaksa PSG untuk tampil lebih agresif dan memberikan tekanan luar biasa sepanjang pertandingan. Skuad asuhan Luis Enrique ini langsung mengambil alih kendali permainan untuk mencari gol penyeimbang.
Dominasi Les Parisiens terlihat sangat mencolok, terutama pada paruh pertama pertandingan. Berdasarkan data statistik, PSG mampu mencatatkan penguasaan bola yang sangat dominan hingga mencapai angka 77 persen atas Arsenal.
Kendati terus mengurung pertahanan lawan, PSG sempat mengalami kesulitan besar untuk menembus tembok kokoh yang dibangun oleh barisan belakang The Gunners. Disiplinnya pertahanan Arsenal membuat skor 0-1 bertahan hingga waktu turun minum tiba.
Eksekusi Penalti Ousmane Dembele Menjadi Penyelamat
Memasuki babak kedua, skema permainan tidak banyak berubah dengan PSG yang tetap memegang kendali serangan. Tekanan yang konsisten akhirnya membuahkan hasil manis bagi tim raksasa Prancis tersebut pada menit ke-65.
Wasit Daniel Siebert asal Jerman menunjuk titik putih setelah terjadi pelanggaran keras di dalam kotak terlarang. Pemain Arsenal, Cristian Mosquera, dianggap menjatuhkan Khvicha Kvaratskhelia sehingga memicu hadiah penalti bagi PSG.
Ousmane Dembele yang maju sebagai algojo menjalankan tugasnya dengan sangat sempurna. Tendangan akuratnya berhasil mengelabui kiper lawan dan mengubah kedudukan menjadi imbang 1-1 yang membuat atmosfer pertandingan semakin memanas.
Setelah skor kembali sama kuat, intensitas pertandingan meningkat tajam karena kedua tim sama-sama mengincar kemenangan. Arsenal merespons gol tersebut dengan melakukan rotasi pemain guna menambah daya dobrak di lini depan.
Namun, hingga peluit panjang tanda berakhirnya waktu normal ditiup, tidak ada lagi gol tambahan yang tercipta dari kedua belah pihak. Alhasil, pertandingan harus dilanjutkan ke babak tambahan waktu atau extra time untuk menentukan sang pemenang.
Sepanjang 2x15 menit babak tambahan, PSG dan Arsenal tetap gagal menyarangkan bola ke gawang lawan meski mendapatkan sejumlah peluang. Kondisi fisik yang mulai menurun membuat laga akhirnya harus ditentukan melalui drama adu penalti.
Berikut adalah ringkasan hasil pertandingan final antara PSG melawan Arsenal di Budapest:
- Skor Akhir Waktu Normal: Pertandingan berakhir dengan skor imbang 1-1 selama 120 menit.
- Hasil Adu Penalti: Paris Saint-Germain unggul dengan skor 4-3 atas Arsenal.
- Pencetak Gol: Kai Havertz (6') untuk Arsenal dan Ousmane Dembele (65' P) untuk PSG.
- Lokasi Pertandingan: Puskas Arena, Budapest, Hungaria.
Data di atas menunjukkan betapa ketatnya persaingan kedua tim di partai final. Kemenangan PSG di babak adu penalti menegaskan mentalitas juara yang mereka miliki sebagai penyandang gelar bertahan.
Drama Adu Penalti dan Daftar Susunan Pemain
Pada babak penentuan penalti, kiper Arsenal David Raya sebenarnya sempat menghidupkan harapan timnya setelah menggagalkan eksekusi Nuno Mendes. Namun, momentum tersebut gagal dimanfaatkan dengan baik oleh para penendang Arsenal lainnya.
Dua pemain The Gunners, yakni Eberechi Eze dan Gabriel, gagal menjalankan mandat mereka sebagai eksekutor. Tendangan keduanya melenceng dari sasaran, yang secara otomatis melapangkan jalan bagi PSG untuk mengunci kemenangan dengan skor 4-3.
Susunan pemain yang diturunkan oleh kedua tim dalam laga final Liga Champions 2026:
| Posisi | Paris Saint-Germain (4-3-3) | Arsenal (4-2-3-1) |
|---|---|---|
| Kiper | Safonov | David Raya |
| Belakang | Hakimi, Marquinhos, Pacho, Nuno Mendes | Mosquera, Saliba, Gabriel, Hincapie |
| Tengah | Joao Neves, Vitinha, Fabian Ruiz | Rice, Lewis-Skelly, Odegaard |
| Depan | Doue, Dembele, Kvaratskhelia | Saka, Trossard, Kai Havertz |
| Pelatih | Luis Enrique | Mikel Arteta |
Daftar pemain di atas mencakup susunan inti yang memulai laga sejak menit pertama. Beberapa pemain pengganti seperti Goncalo Ramos dan Mikel Zubimendi juga sempat diturunkan guna memperkuat strategi masing-masing pelatih di babak krusial.
Keberhasilan Luis Enrique dalam meracik strategi terbukti ampuh meredam ambisi Mikel Arteta. Dengan hasil ini, PSG semakin mengukuhkan posisinya sebagai kekuatan baru yang paling dominan di kancah sepak bola Eropa dalam beberapa tahun terakhir.