Paris Saint-Germain (PSG) kembali menorehkan sejarah besar di kancah sepak bola Eropa setelah berhasil mempertahankan gelar juara Liga Champions. Klub raksasa asal Prancis ini memastikan kemenangan atas Arsenal melalui drama adu penalti yang mendebarkan.
Pertandingan final yang berlangsung di Puskas Arena, Hungaria, pada Sabtu (30/5) waktu setempat tersebut berakhir dengan skor (4-3) untuk keunggulan PSG. Kedua tim sebelumnya sempat bermain imbang 1-1 hingga babak perpanjangan waktu usai.
Arsenal sebenarnya sempat memimpin jalannya pertandingan pada babak pertama. Gol cepat Kai Havertz di menit ke-6 sempat membawa harapan besar bagi The Gunners untuk membawa pulang trofi Si Kuping Besar.
Keunggulan Arsenal bertahan cukup lama sebelum akhirnya PSG mendapatkan peluang emas di pertengahan babak kedua. Pelanggaran Christian Mosquera terhadap Khvicha Kvaratskhelia di kotak terlarang pada menit ke-62 berujung pada hadiah penalti.
Ousmane Dembele yang maju sebagai eksekutor menjalankan tugasnya dengan tenang pada menit ke-65. Tendangan penaltinya berhasil menyamakan kedudukan menjadi 1-1 dan memaksa laga berlanjut hingga babak tambahan 2x15 menit.
Babak Adu Penalti yang Menentukan
Setelah tidak ada gol tambahan hingga menit ke-120, pemenang harus ditentukan lewat titik putih. Dalam babak adu penalti ini, PSG menunjukkan ketenangan yang lebih baik dibandingkan sang lawan dari London.
Berikut adalah ringkasan jalannya adu penalti antara PSG melawan Arsenal:
- Achraf Hakimi sukses mengecoh kiper David Raya dengan tendangan terarah ke sisi kanan gawang.
- Gabriel Martinelli dari Arsenal sempat menyamakan skor menjadi 3-3 setelah menjalankan tugasnya dengan baik.
- Beraldo yang menjadi penendang kelima PSG berhasil mengirim bola ke pojok kanan gawang secara sempurna.
- Gabriel Magalhaes gagal mengeksekusi penalti penentu setelah tendangannya melambung jauh di atas mistar gawang.
Kegagalan Gabriel Magalhaes tersebut memastikan kemenangan PSG dengan skor akhir penalti 4-3. Selain Gabriel, Arsenal juga mencatatkan kegagalan lain melalui tendangan Eberechi Eze yang tidak membuahkan gol.
Dominasi Beruntun Les Parisiens
Kemenangan dramatis ini sangat istimewa bagi PSG karena mereka berhasil mencatatkan rekor back-to-back gelar Liga Champions. Prestasi memenangi turnamen ini dua kali berturut-turut merupakan pencapaian langka dalam sejarah sepak bola modern.
Sebagai pengingat, tim besutan Luis Enrique ini juga merupakan jawara musim lalu. Pada final musim 2024/2025, mereka secara perkasa menumbangkan Inter Milan dengan skor telak 5-0 di Allianz Arena, Jerman.
Rincian gelar juara Liga Champions milik Paris Saint-Germain dalam dua tahun terakhir:
| Musim | Lawan di Final | Skor Akhir | Lokasi Stadion |
|---|---|---|---|
| 2024/2025 | Inter Milan | 5-0 | Allianz Arena, Jerman |
| 2025/2026 | Arsenal | 1-1 (4-3 Penalti) | Puskas Arena, Hungaria |
Data di atas menunjukkan transformasi PSG sebagai kekuatan utama yang dominan di Eropa. Keberhasilan mempertahankan gelar ini sekaligus mengukuhkan posisi Luis Enrique sebagai salah satu pelatih tersukses bagi klub asal Paris tersebut.