Pemerintah Tetapkan Hari Kebangkitan Nasional 2026 Bukan Hari Libur

Pemerintah Tetapkan Hari Kebangkitan Nasional 2026 Bukan Hari Libur
Foto: Ilustrasi Pemerintah Tetapkan Hari Kebangkitan Nasional 2026 Bukan Hari Libur.

Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) diperingati pada tanggal 20 Mei setiap tahunnya untuk mengenang berdirinya organisasi Budi Utomo.

Meskipun menjadi hari besar keagamaan atau nasional yang bersejarah, tanggal 20 Mei 2026 ditetapkan bukan sebagai hari libur resmi bagi masyarakat.

Berdasarkan laporan dari Suara, Keputusan Presiden Nomor 316 Tahun 1959 tentang Hari-Hari Nasional yang Bukan Hari Libur menetapkan status reguler untuk hari tersebut.

Aturan mengenai hari kerja ini diperkuat kembali lewat Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 Menteri tentang Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2026.

Melalui kebijakan resmi tersebut, tanggal 20 Mei 2026 tidak dimasukkan ke dalam daftar libur nasional maupun jatah cuti bersama.

Oleh karena itu, seluruh aparatur sipil negara, karyawan swasta, serta pelajar tetap menjalankan aktivitas kerja dan kegiatan belajar mengajar secara normal pada hari Rabu.

Pelaksanaan Upacara Bendera dan Rangkaian Kegiatan

Walaupun masyarakat tetap beraktivitas seperti biasa, lembaga pemerintah dan sekolah tetap diwajibkan menggelar upacara bendera.

Kegiatan seremonial ini bertujuan untuk menyuntikkan kembali nilai patriotisme serta mengunggah semangat perjuangan para pendiri bangsa ke generasi muda.

Selain pelaksanaan upacara di lapangan sekolah, momen Harkitnas ini juga diisi dengan agenda seminar dan acara bertema nasionalisme di berbagai instansi.

Untuk wilayah Jakarta, pusat upacara peringatan diselenggarakan secara khidmat di Museum Kebangkitan Nasional.

Para peserta yang hadir dalam upacara tersebut umumnya diwajibkan mengenakan pakaian adat daerah atau seragam dinas lengkap.

Susunan acara inti upacara meliputi pembacaan sejarah singkat berdirinya Budi Utomo pada 20 Mei 1908, penyampaian amanat dari Menteri, dan sesi doa bersama.

Peringatan ini dipandang tetap krusial sebagai momentum berharga dalam memperkuat rasa persatuan, gotong royong, serta inovasi di tengah tantangan zaman.

Artikel terkait

Rekomendasi