Harga bahan bakar minyak (BBM) jenis solar di berbagai SPBU mengalami kenaikan signifikan pada Mei 2026 hingga menyentuh angka Rp 31.000 per liter di penyedia swasta. Fenomena ini memperlebar selisih harga antara Biosolar subsidi pemerintah dan produk non-subsidi di pasar otomotif Indonesia.
Dilansir dari Otomotif, harga Biosolar saat ini dipatok Rp 6.800 per liter, sementara Dexlite dijual Rp 23.600 per liter dan Pertamina Dex mencapai Rp 23.900 per liter. Meski biaya operasional meningkat, pemilik kendaraan diesel berteknologi modern diingatkan untuk tidak menurunkan kualitas bahan bakar demi menjaga keawetan mesin.
Pemilik bengkel Pelita Motor di Blok M Mall, Apin, menegaskan bahwa kepemilikan mobil mewah harus dibarengi dengan kesiapan biaya operasional. Kendaraan dengan teknologi canggih memiliki spesifikasi teknis khusus yang tidak bisa dikompromi dengan penggunaan bahan bakar berkualitas rendah.
"Jadi kalau kita beli mobil, ya harus siap juga beli bahan bakarnya. Masa sudah bisa beli mobil ratusan juta rupiah, tapi mau pakai solar yang jelek atau kualitasnya buruk, kan tidak masuk akal,ÔÇØ ujar Apin.
Ia memaparkan bahwa seluruh produsen otomotif global telah menyertakan panduan resmi mengenai standar bahan bakar. Hal ini berlaku untuk semua merek yang memasarkan mesin diesel sistem common rail di Indonesia.
"Semua prinsipal yang mengeluarkan mobil common rail, entah itu Mitsubishi, Toyota, Mercedes, BMW, atau merek lainnya, pasti memberikan pedoman bahwa mobil tersebut harus menggunakan bahan bakar dengan kadar sulfur rendah,ÔÇØ jelas Apin.
Kandungan nutrisi dan zat kimia dalam solar sangat memengaruhi kinerja komponen vital pada mesin. Apin menekankan bahwa kesesuaian antara spesifikasi pabrikan dan bahan bakar yang dibeli adalah hal mutlak.
ÔÇ£Tapi kandungan bahan bakarnya itu harus sesuai. Jadi bahan bakar yang kita beli ya harus sesuai dengan yang seharusnya kita dapat," kata Apin.
Secara teknis, penggunaan solar dengan sulfur tinggi berisiko menghasilkan kerak pada sistem pembakaran yang dapat menyumbat nozzle injektor. Mengingat lubang injektor pada mesin diesel modern sangat presisi, endapan sekecil apa pun dapat menurunkan performa dan memicu biaya perbaikan yang mahal.
Sistem common rail sendiri memerlukan tekanan tinggi agar pembakaran lebih efisien dan ramah lingkungan. Penggunaan solar dengan kadar sulfur maksimal 50 ppm menjadi syarat wajib agar komponen seperti pompa dan suction control valve (SCV) tidak mengalami kerusakan dini.