Pasar mobil bekas bermesin diesel di Jakarta mulai mengalami penyesuaian harga sebagai dampak langsung dari kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis solar non-subsidi pada Senin (20/4/2026). Para pedagang melaporkan adanya koreksi nilai jual kendaraan meskipun penurunannya saat ini masih tergolong terbatas.
Kondisi pasar otomotif terkini tersebut dipicu oleh sikap para pelaku usaha yang mulai mencermati fluktuasi harga operasional kendaraan diesel. Dilansir dari Otomotif, rata-rata penurunan harga unit bekas bermesin peminum solar tersebut berada di angka sekitar 5 persen dari harga normal sebelumnya.
Daniel Libianto dari diler mobil bekas Victory 88 Autocar mengonfirmasi bahwa para pedagang saat ini sedang memantau dampak kenaikan harga bahan bakar terhadap minat beli masyarakat.
ÔÇ£Sudah, saat ini yang saya tahu rata-rata pedagang lagi lihat perkembangan harga mobil solar dari dampak kenaikan harga solar. Pasti ada koreksi harga,ÔÇØ ujar Daniel.
Perubahan harga jual ini disebut sudah mulai terasa sejak kebijakan harga BBM baru diberlakukan oleh pemerintah. Daniel menambahkan bahwa meskipun tren penurunan sudah terlihat, besaran angka koreksinya belum terlalu signifikan bagi pasar.
ÔÇ£Saat ini memang sudah mulai turun sejak kemarin ada perubahan harga solar. Cuma masih belum banyak turunnya, saya belum tahu nanti akan turun lagi atau stabil,ÔÇØ kata Daniel.
Koreksi harga yang mencapai kisaran 5 persen tersebut dipandang sebagai tahap awal dari dinamika pasar yang lebih luas. Ketidakpastian mengenai stabilitas harga di masa depan membuat banyak pedagang memilih untuk tidak berspekulasi terlalu jauh terkait nilai aset mereka.
ÔÇ£Harga mobil solar saat ini turunnya masih belum banyak, sekitar 5 persen saja rata-rata. Tapi ke depannya saya masih belum tahu akan normal lagi atau semakin terkoreksi,ÔÇØ ucap Daniel.
Situasi ini juga berdampak pada aktivitas pengadaan stok unit di tingkat diler. Daniel mengungkapkan bahwa saat ini terdapat kecenderungan di kalangan pengusaha untuk membatasi pembelian unit diesel baru guna meminimalisir risiko kerugian akibat harga yang belum stabil.
ÔÇ£Kebanyakan pedagang mobil bekas saat ini pada menahan untuk beli mobil solar, setahu saya,ÔÇØ ujar Daniel.
Pandangan serupa disampaikan oleh Andi, pemilik showroom Jordy Motor di MGK Kemayoran, Jakarta Pusat. Ia menegaskan bahwa koreksi harga sudah mulai dilakukan oleh pedagang saat melakukan pembelian unit dari pemakai atau sumber lainnya.
ÔÇ£Yang pasti pedagang belinya sudah pasti koreksi harganya. Kalau sekarang belum terlalu kelihatan, mungkin satu atau dua minggu ke depan baru kelihatan penurunannya,ÔÇØ kata Andi.
Andi juga menyoroti faktor lain yang memengaruhi pasar, yakni regulasi teknis mengenai distribusi BBM bersubsidi. Penggunaan sistem barcode untuk pembelian biosolar menjadi variabel penting yang dinilai akan menentukan arah preferensi konsumen terhadap jenis kendaraan diesel tertentu.
ÔÇ£Karena masih melihat respons pemerintah dan masih ada yang bisa pakai barcode biosolar. Nanti kalau sudah barcode biosolar mulai dipilih lagi jenis kendaraannya, baru ketahuan penurunannya,ÔÇØ ujar Andi.