Harga Kebutuhan Pokok di Jawa Barat Naik Menjelang Idul Adha

Harga Kebutuhan Pokok di Jawa Barat Naik Menjelang Idul Adha
Foto: Ilustrasi Harga Kebutuhan Pokok di Jawa Barat Naik Menjelang Idul Adha.

Harga sejumlah kebutuhan pokok di wilayah Jawa Barat mulai merangkak naik menjelang perayaan Idul Adha.

Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Barat mencatat lonjakan harga terjadi pada beras medium, beras premium, gula pasir curah, minyak goreng, dan daging sapi. Kenaikan juga melanda komoditas kedelai, cabai rawit merah, cabai merah besar, bawang merah, serta bawang putih.

Seperti dikutip dari Media Indonesia, kenaikan paling tinggi ditemukan pada komoditas cabai merah besar yang persentasenya mencapai 5,37%.

Disperindag Jabar juga melaporkan beberapa komoditas saat ini posisinya masih melampaui harga eceran tertinggi serta Harga Acuan Pembelian dan Penjualan. Beberapa komoditas yang dimaksud adalah gula pasir, daging sapi, kedelai, dan cabai rawit merah.

Menanggapi situasi ini, Sekretaris Daerah Jawa Barat Herman Suryatman menjelaskan bahwa pemerintah provinsi bersama pemerintah kabupaten dan kota siap mengambil langkah intervensi. Langkah tersebut akan dieksekusi jika laju inflasi di Jawa Barat menyentuh angka 2% atau berada pada batas psikologis 3,5%.

"Kemungkinan kami akan menggelar pasar murah, pasar bersubsidi, atau dengan upaya lain. Di antaranya dengan regulasi. Nanti akan kita lihat," ujarnya, Rabu (20/5).

Masyarakat diimbau untuk tidak panik dan tetap tenang dalam menghadapi dinamika pergerakan harga yang sedang terjadi. Herman memastikan pemerintah provinsi bakal terus hadir di tengah warga guna mengupayakan solusi terbaik.

Berdasarkan data laporan yang diterima, tingkat inflasi di wilayah Jawa Barat sejauh ini dipastikan masih berada dalam kondisi terkendali. Angka inflasi terpantau bergerak pada rentang 1,5% hingga 3,5%, di mana kondisi idealnya bertumpu pada level 2,5%.

Herman menambahkan bahwa Gubernur Jawa Barat memberikan atensi yang sangat besar terhadap stabilitas harga pangan. Birokrasi setempat telah diinstruksikan untuk bergerak aktif menjaga agar harga di pasar tetap terjangkau oleh daya beli masyarakat.

"Syaratnya ialah menjaga harga tejangkau, pasokan tersedia dan mobilitas atau transportasi lancar. Pemprov Jabar menjaga ketiganya," tandas Herman.

Artikel terkait

Rekomendasi