CEO Take-Two Pastikan Harga GTA 6 Tetap Sebanding Kualitas Game

CEO Take-Two Pastikan Harga GTA 6 Tetap Sebanding Kualitas Game
Foto: Ilustrasi CEO Take-Two Pastikan Harga GTA 6 Tetap Sebanding Kualitas Game.

CEO Take-Two Interactive Strauss Zelnick menanggapi isu kenaikan harga Grand Theft Auto 6 (GTA 6) dengan menekankan bahwa biaya yang dikeluarkan pemain akan sebanding dengan kualitas konten. Berita ini muncul di tengah antisipasi perilisan gim tersebut pada tahun 2026 untuk konsol generasi terbaru.

Dilansir dari Suara, rumor kenaikan harga ini dipicu oleh melonjaknya biaya produksi gim AAA yang ditaksir mencapai belasan triliun rupiah. Zelnick memberikan penjelasan mengenai pendekatan perusahaan dalam menentukan nilai jual produk unggulan mereka tanpa menyebutkan angka nominal secara spesifik.

"Tugas kami adalah mengenakan biaya jauh, jauh, jauh lebih rendah untuk nilai yang diberikan," ujar Strauss Zelnick, CEO Take-Two Interactive.

Penegasan tersebut menunjukkan bahwa meskipun GTA 6 diprediksi akan memiliki harga premium di atas standar industri sebesar 70 dolar AS, Rockstar Games tetap mengutamakan kepuasan konsumen. Zelnick menyatakan bahwa target utama perusahaan adalah menyajikan pengalaman hiburan yang luar biasa.

Menurut laporan IGN dan Screenrant, Zelnick percaya bahwa keberhasilan finansial akan mengikuti apabila fokus utama tetap pada kualitas karya. Ia menekankan ambisi tim untuk menciptakan standar baru dalam industri hiburan global.

Fokus perusahaan adalah menciptakan "karya hiburan paling spektakuler di Bumi," serta keuntungan bakal mengikuti jika misi itu tercapai, kata Strauss Zelnick.

Meski janji harga yang wajar telah disampaikan, pemain versi PC menghadapi tantangan biaya berbeda karena jadwal rilis yang tidak serentak. Rockstar Games telah mengonfirmasi bahwa GTA 6 hanya akan tersedia untuk PlayStation 5 dan Xbox Series X/S pada awal peluncurannya di tahun 2026.

Situasi ini memaksa pengguna komputer untuk menunggu lebih lama atau mengeluarkan dana tambahan guna membeli konsol baru. Biaya ekstra tersebut menjadi pertimbangan serius mengingat harga perangkat keras konsol di beberapa wilayah justru meningkat sejak pertama kali diluncurkan.

Artikel terkait

Rekomendasi