Harga emas dunia mengalami kenaikan tipis pada perdagangan Kamis (14/5/2026) pagi menyusul pelemahan dolar Amerika Serikat di tengah penantian pelaku pasar global. Fokus investor kini tertuju pada rencana pertemuan bilateral antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping di Beijing.
Berdasarkan laporan Investor Daily, harga emas spot terpantau merangkak naik sebesar 0,03 persen ke level US$ 4.690,32 per ons troi. Namun, kondisi berbeda terjadi pada kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Juni yang tercatat menyusut 0,2 persen ke angka US$ 4.697,72 per ons troi.
Sentimen pasar saat ini sangat dipengaruhi oleh rencana dialog antara Trump dan Xi Jinping yang disebut bakal menentukan arah kerja sama perdagangan kedua negara. Selain urusan dagang, kedua pemimpin dijadwalkan membahas isu strategis mulai dari ketegangan di Iran hingga upaya menjaga stabilitas ekonomi dunia.
Penurunan nilai tukar dolar AS turut memberikan dorongan bagi komoditas logam mulia karena menjadi lebih terjangkau bagi pemilik mata uang lain. Di sisi lain, data terbaru menunjukkan harga produsen AS mengalami lonjakan signifikan dalam empat tahun terakhir yang dipicu oleh tingginya biaya barang akibat konflik Timur Tengah.
Situasi inflasi ini memicu kekhawatiran bahwa bank sentral AS atau The Fed akan kesulitan memangkas suku bunga dalam waktu dekat. Di tengah gejolak tersebut, Senat AS telah memberikan persetujuan resmi kepada Kevin Warsh untuk menjabat sebagai Ketua The Fed menggantikan kepemimpinan sebelumnya.
Meskipun tekanan inflasi terus membayangi, pandangan berbeda datang dari otoritas moneter regional mengenai prospek harga jangka panjang di negara tersebut.
"Namun, Presiden The Fed Boston Susan Collins mengatakan tekanan inflasi akibat perang Iran diperkirakan bersifat sementara dan tren inflasi inti AS sebenarnya masih menuju penurunan." ujar Susan Collins, Presiden The Fed Boston.
Kondisi di pasar fisik internasional menunjukkan dinamika yang kontras, terutama di wilayah Asia Selatan. Diskon harga emas di India dilaporkan menembus rekor lebih dari US$ 200 per ons setelah pemerintah setempat memutuskan untuk meningkatkan tarif impor logam mulia tersebut.
Kenaikan harga domestik di India tersebut memicu aksi jual oleh para investor di saat permintaan pasar sedang melemah. Sementara itu, harga perak spot terpantau stabil pada level US$ 87,53 per ons, disusul kenaikan platinum sebesar 0,06 persen dan penguatan paladium sebanyak 0,25 persen.