Harga Emas Antam dan UBS Kompak Merosot 20 Mei 2026

Harga Emas Antam dan UBS Kompak Merosot 20 Mei 2026
Foto: Ilustrasi Harga Emas Antam dan UBS Kompak Merosot 20 Mei 2026.

Harga logam mulia di pasar domestik mengalami penurunan yang cukup signifikan. Komoditas emas batangan dari Antam, Galeri 24, hingga UBS tercatat merosot pada perdagangan pagi.

Dikutip dari Money, harga emas Antam ukuran 1 gram di situs resmi Logam Mulia turun sebesar Rp 24.000. Nilai nilainya berubah dari Rp 2.789.000 per gram menjadi Rp 2.765.000 per gram.

Koreksi ini juga berdampak pada harga buyback atau pembelian kembali emas Antam. Nilai buyback menyusut Rp 25.000 per gram, sehingga kini berada di angka Rp 2.569.000 per gram dari sebelumnya Rp 2.594.000.

Penurunan harga komoditas ini juga terjadi pada produk yang dipasarkan di Pegadaian. Emas cetakan Galeri 24 melemah Rp 26.000 per gram, sehingga harganya kini menjadi Rp 2.756.000.

Sementara itu, emas Antam yang dijual di Pegadaian terkoreksi sebesar Rp 25.000 per gram. Harga produk tersebut berubah dari Rp 2.887.000 menjadi Rp 2.862.000 per gram.

Penyusutan paling tajam dialami oleh emas batangan produksi UBS. Produk ini anjlok sebesar Rp 48.000 per gram, membuat harganya turun dari Rp 2.845.000 menjadi Rp 2.797.000.

Daftar Harga Emas Antam di Logam Mulia 20 Mei 2026
Ukuran EmasHarga Bersih (Rp)
1.432.5002.765.000
5.470.0008.180.000
13.600.00027.145.000
67.737.000135.395.000
270.712.000676.515.000
1.352.820.0002.705.600.000

Kondisi pasar global menjadi penyebab utama pergerakan negatif ini. Di perdagangan luar negeri, harga emas dunia merosot lebih dari 1 persen pada akhir perdagangan Rabu pagi WIB.

Penguatan nilai tukar dollar AS dan tingginya tingkat imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat menjadi pemicu utamanya. Investor global juga masih mencermati bayang-bayang inflasi.

Berdasarkan data Reuters, harga emas di pasar spot menyusut 1,4 persen ke tingkat 4.503,98 dollar AS per ons. Nilai ini sempat menyentuh titik terendah sejak akhir Maret lalu.

Untuk kontrak berjangka AS periode Juni, harga emas turun 1 persen menjadi 4.511,20 dollar AS per ons. Kebijakan moneter global turut memperparah tekanan pada logam mulia.

Analis Marex Edward Meir menjelaskan bahwa lonjakan suku bunga riil di skala internasional membebani pergerakan harga emas. Keberadaan dollar AS yang perkasa turut memberikan sentimen negatif di pasar.

"Kami melihat kenaikan suku bunga riil di banyak negara di dunia, dan hal itu benar-benar membebani harga emas. Dollar AS juga lebih kuat, dan itu menjadi sentimen negatif," ujar Meir.

Di saat yang sama, imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun bertahan di level tertingginya. Kondisi ini membuat biaya peluang investasi emas menjadi lebih tinggi karena sifatnya yang tidak berbunga.

Indeks dollar AS terus menguat karena ekspektasi pelaku pasar terhadap Federal Reserve. Bank sentral tersebut diprediksi tetap agresif demi meredam inflasi yang dipicu oleh tingginya harga energi dunia.

Kepala Strategi Komoditas Saxo Bank Ole Hansen menguraikan bahwa tantangan makroekonomi jangka pendek ini sangat menantang bagi emas. Namun, ia menilai fondasi jangka panjang investasi ini tetap kuat.

"Meskipun alasan investasi struktural untuk emas sebagian besar masih tetap kuat, perkembangan makroekonomi jangka pendek telah menciptakan kondisi yang lebih menantang bagi harga emas," tulis Hansen.

Hansen memprediksi permintaan dari berbagai bank sentral akan kembali menyokong harga emas. Momentum penguatan itu berpeluang muncul kembali setelah tekanan pada sektor harga energi mulai mereda.

Saat ini, para pelaku pasar sedang memusatkan perhatian pada agenda penting The Fed. Risalah rapat kebijakan terbaru dari bank sentral Amerika Serikat tersebut dijadwalkan meluncur pada hari ini.

Artikel terkait

Rekomendasi