Pergerakan harga logam mulia di Indonesia menunjukkan tren yang beragam pada perdagangan Kamis (14/5/2026). Berdasarkan data terbaru, harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) tercatat stabil, namun produk emas lainnya di Pegadaian justru terkoreksi.
Dilansir dari Money, harga emas Antam ukuran 1 gram di situs Logam Mulia tetap bertahan di angka Rp 2.839.000. Nilai ini tidak mengalami perubahan jika dibandingkan dengan posisi pada perdagangan sebelumnya, Rabu (13/5/2026).
Kondisi serupa juga terlihat pada harga pembelian kembali atau buyback emas Antam. Para pemilik emas yang ingin menjual kembali koleksinya akan menerima harga Rp 2.656.000 per gram, yang juga dilaporkan masih stagnan.
Situasi berbeda terjadi pada penyedia emas di Pegadaian. Harga emas Galeri 24 ukuran 1 gram pada Kamis siang menyusut menjadi Rp 2.828.000 per gram dari harga sebelumnya yang mencapai Rp 2.836.000 per gram.
Penurunan juga dialami oleh emas produksi UBS. Untuk ukuran 1 gram, harga emas UBS turun tipis ke level Rp 2.885.000 per gram, setelah sebelumnya sempat berada di posisi Rp 2.887.000 per gram.
Meski demikian, harga emas Antam yang dipasarkan melalui Pegadaian untuk ukuran 1 gram tetap kokoh di level Rp 2.939.000 per gram. Pegadaian menyediakan berbagai pilihan ukuran mulai dari 0,5 gram hingga 1.000 gram bagi masyarakat.
| Ukuran Emas | Harga Antam (Rp) |
|---|---|
| 0,5 gram | 1.469.500 |
| 1 gram | 2.839.000 |
| 2 gram | 5.618.000 |
| 5 gram | 13.970.000 |
| 10 gram | 27.885.000 |
| 25 gram | 69.587.000 |
| 50 gram | 139.095.000 |
| 100 gram | 278.112.000 |
| 250 gram | 695.015.000 |
| 500 gram | 1.389.820.000 |
| 1.000 gram | 2.779.600.000 |
Di kancah internasional, harga emas dunia terpantau melemah pada penutupan perdagangan Rabu waktu setempat. Penurunan ini dipicu oleh kekhawatiran terhadap laju inflasi di Amerika Serikat yang tetap tinggi.
Mengutip data Reuters, harga emas di pasar spot melandai 0,6 persen ke level 4.686,435 dollar AS per ons. Pelemahan ini menandai tren penurunan selama dua hari berturut-turut di pasar global.
Ekspektasi suku bunga tinggi yang bertahan lebih lama menjadi beban utama bagi aset tanpa imbal hasil seperti emas. Bank sentral AS, Federal Reserve, diketahui masih menahan suku bunga di kisaran 3,50 persen hingga 3,75 persen.
Sentimen pasar juga dipengaruhi oleh agenda diplomatik Presiden AS Donald Trump di China. Pertemuan tersebut bertujuan memperkuat gencatan dagang di tengah ketegangan geopolitik akibat konflik dengan Iran.
Selain itu, kebijakan India yang menaikkan tarif impor emas dan perak menjadi 15 persen turut menekan permintaan. Langkah ini diambil pemerintah India guna melindungi cadangan devisa dari tingginya pembelian logam mulia luar negeri.
"Inflasi yang masih tinggi memperkuat ekspektasi suku bunga AS akan bertahan tinggi lebih lama," ujar Peter Grant, Wakil Presiden sekaligus Senior Metals Strategist Zaner Metals.
"Dan itu telah menekan harga emas dalam dua hari terakhir," kata Grant.
| Ukuran | Emas Antam (Rp) | Emas Galeri 24 (Rp) | Emas UBS (Rp) |
|---|---|---|---|
| 1.522.000 | 1.484.000 | 1.560.000 | 2.939.000 |
| 2.828.000 | 2.885.000 | 5.815.000 | 5.588.000 |
| 5.725.000 | 14.459.000 | 13.868.000 | 14.148.000 |
| 28.861.000 | 27.662.000 | 28.146.000 | 72.023.000 |
| 68.783.000 | 70.227.000 | 143.964.000 | 137.457.000 |
| 140.165.000 | 287.846.000 | 274.778.000 | 280.220.000 |