Harga logam mulia Antam mencatatkan kenaikan dalam perdagangan di Pegadaian. Komoditas ini mengalami peningkatan nilai yang cukup signifikan dibandingkan dengan hari sebelumnya.
Dikutip dari Money, nilai jual emas Antam per gram di Pegadaian kini menyentuh angka Rp 2.887.000. Angka tersebut menunjukkan lonjakan sebesar Rp 26.000 dari posisi perdagangan kemarin.
Data terkini dari laman Galeri 24 Pegadaian menunjukkan bahwa harga beli kembali atau buyback berada di level Rp 2.602.000 per gram. Pegadaian juga menginformasikan bahwa stok untuk ukuran 250 gram hingga 1.000 gram belum tersedia.
Rincian harga untuk berbagai ukuran lain juga ikut bergerak. Ukuran terkecil 0,5 gram dipatok Rp 1.496.000, sedangkan ukuran 2 gram diperdagangkan pada Rp 5.712.000.
Untuk ukuran menengah seperti 10 gram, harganya berada di posisi Rp 28.344.000. Sementara itu, ukuran terbesar yang tersedia yakni 100 gram dibanderol seharga Rp 282.671.000.
| Ukuran Produk | Harga Jual (Rp) | Harga Buyback (Rp) |
|---|---|---|
| 0,5 Gram | 1.496.000 | 1.301.000 |
| 1 Gram | 2.887.000 | 2.602.000 |
| 2 Gram | 5.712.000 | 5.204.000 |
| 3 Gram | 8.541.000 | 7.807.000 |
| 5 Gram | 14.201.000 | 13.012.000 |
| 10 Gram | 28.344.000 | 26.024.000 |
| 25 Gram | 70.729.000 | 64.741.000 |
| 50 Gram | 141.376.000 | 129.483.000 |
| 100 Gram | 282.671.000 | 258.967.000 |
Perkembangan Harga Emas Dunia dan Sentimen Pasar
Kondisi berbeda terjadi di pasar global, di mana nilai komoditas ini justru bergerak ke zona merah. Fokus para pelaku pasar kini tertuju pada ancaman inflasi serta potensi kebijakan moneter yang ketat.
Emas internasional ditransaksikan di bawah level 4.500 dollar AS per ons setelah sempat anjlok mendekati angka 2 persen. Berdasarkan data perdagangan terbaru, harganya kini bertengger di posisi 4.467,19 dollar AS per ons, melemah 0,48 persen secara harian.
Sentimen geopolitik ikut memicu tekanan setelah Presiden Donald Trump memperingatkan potensi kelanjutan aksi militer AS terhadap Iran dalam waktu dekat. Isu program nuklir Teheran masih menjadi hambatan utama dalam proses perundingan damai.
Ketegangan ini mengganggu kelancaran jalur perdagangan energi di Selat Hormuz, yang kemudian memicu lonjakan harga minyak global. Akibatnya, kecemasan terhadap inflasi global kian meningkat dan menekan pergerakan aset aman.
Kenaikan inflasi di Amerika Serikat juga memaksa investor merevisi prediksi penurunan suku bunga oleh The Fed. Pasar bahkan mulai mengantisipasi skenario penaikan suku bunga acuan sebelum pergantian tahun.
Pelemahan ini turut berimbas pada komoditas logam lainnya di pasar internasional. Harga perak terkoreksi sebesar 0,45 persen menjadi 73,337 dollar AS, sementara tembaga menyusut 0,56 persen ke level 6,1302 dollar AS.