Nilai jual logam mulia Antam di Pegadaian mengalami penurunan yang cukup signifikan dibandingkan dengan hari sebelumnya. Dilansir dari Money, harga emas Antam per gram kini melemah sebesar Rp 21.000.
Saat ini, harga emas Antam berada di angka Rp 2.918.000 per gram, dari yang sebelumnya mencapai Rp 2.939.000 per gram. Informasi terbaru dari Galeri 24 Pegadaian menunjukkan pelemahan ini terjadi secara merata pada berbagai ukuran.
Penurunan harga juga melanda nilai buyback atau harga beli kembali oleh Pegadaian. Nilai buyback emas Antam merosot Rp 33.000, sehingga posisinya kini berada di level Rp 2.617.000 per gram dari sebelumnya Rp 2.650.000.
Untuk ukuran terkecil yakni 0,5 gram, harga jual tercatat sebesar Rp 1.512.000 dengan nilai buyback Rp 1.308.000. Sementara itu, pecahan 2 gram diperdagangkan pada level Rp 5.774.000 dengan buyback Rp 5.235.000.
Pada pecahan 3 gram, harga jual dipatok Rp 8.634.000 dan nilai buyback sebesar Rp 7.853.000. Untuk ukuran menengah seperti 5 gram, harganya berada di Rp 14.356.000 dengan nilai buyback Rp 13.088.000.
Selanjutnya, ukuran 10 gram dihargai sebesar Rp 28.654.000 dengan angka buyback Rp 26.177.000. Rincian pergerakan harga jual dan buyback emas Antam di Pegadaian dapat dicermati pada daftar berikut.
| Ukuran Emas | Harga Jual (Rp) |
|---|---|
| 0,5 gram | 1.512.000 |
| 1 gram | 2.918.000 |
| 2 gram | 5.774.000 |
| 3 gram | 8.634.000 |
| 5 gram | 14.356.000 |
| 10 gram | 28.654.000 |
| 25 gram | 71.506.000 |
| 50 gram | 142.929.000 |
| 100 gram | 285.776.000 |
| Ukuran Emas | Harga Buyback (Rp) |
|---|---|
| 0,5 gram | 1.308.000 |
| 1 gram | 2.617.000 |
| 2 gram | 5.235.000 |
| 3 gram | 7.853.000 |
| 5 gram | 13.088.000 |
| 10 gram | 26.177.000 |
| 25 gram | 65.123.000 |
| 50 gram | 130.246.000 |
| 100 gram | 260.492.000 |
Faktor Pelemahan Harga Emas Global
Penurunan harga di dalam negeri ini sejalan dengan kondisi pasar global. Harga emas dunia terpantau melemah tipis pada akhir perdagangan Kamis (14/5/2026) waktu setempat atau Jumat (15/5/2026) pagi WIB.
Situasi ini terjadi karena pelaku pasar sedang mencermati perkembangan konflik di Timur Tengah. Selain itu, pertemuan antara Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump dan Presiden China, Xi Jinping turut menjadi perhatian.
Faktor lain yang menekan pergerakan harga emas global adalah penguatan indeks dollar AS serta lonjakan harga minyak dunia. Mengutip laporan Reuters, harga emas di pasar spot melorot 0,4 persen menuju level 4.669,48 dollar AS per ons.
Kondisi serupa terjadi pada harga emas berjangka AS untuk kontrak pengiriman Juni. Komoditas ini mencatatkan pelemahan sebesar 0,4 persen ke posisi 4.685,30 dollar AS per ons.
Penguatan indeks dollar AS yang mencapai 0,3 persen membuat nilai investasi emas menjadi lebih mahal bagi para pemegang mata uang lainnya. Hal ini secara langsung mengurangi daya tarik investor terhadap logam mulia.
Vice President dan Senior Metals Strategist Zaner Metals, Peter Grant menjelaskan bahwa kenaikan harga minyak dan inflasi yang tetap tinggi menjadi penyebab utama ekspektasi suku bunga tinggi The Fed bertahan lebih lama.
ÔÇ£Apa yang terjadi di selat hari ini menopang harga minyak dan terus memicu ekspektasi suku bunga tinggi The Fed bertahan lebih lama. Ditambah data inflasi yang panas pekan ini, tidak mengherankan dollar AS menguat dan menekan harga emas,ÔÇØ ujar Grant.
Di sisi lain, Global Head of Commodity Strategy TD Securities, Bart Melek memberikan proyeksi bahwa harga emas masih memiliki potensi untuk jatuh lebih dalam jika situasi konflik di Timur Tengah tidak kunjung mereda.
Pasar saat ini juga terus memantau perkembangan hubungan dagang antara AS dan China. Xi Jinping menyatakan bahwa negosiasi perdagangan kedua negara menunjukkan kemajuan, meskipun masih terdapat perbedaan pandangan mengenai Taiwan.
Tren pelemahan ini tidak hanya melanda emas, melainkan juga berimbas pada komoditas logam mulia lainnya. Tercatat harga perak spot merosot 4,1 persen, platinum menyusut 3,3 persen, dan palladium turun 3,5 persen.