Harga Bitcoin Menanjak Setelah Klaim Kesepakatan Damai AS dan Iran

Harga Bitcoin Menanjak Setelah Klaim Kesepakatan Damai AS dan Iran
Foto: Ilustrasi Harga Bitcoin Menanjak Setelah Klaim Kesepakatan Damai AS dan Iran.

Harga Bitcoin (BTC) mengalami kenaikan pada Senin (25/5/2026) pagi setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengklaim bahwa kesepakatan damai dengan Iran sudah hampir selesai dinegosiasikan. Sentimen positif ini langsung memicu pemulihan pasar kripto global yang sebelumnya sempat tertekan oleh konflik di Timur Tengah serta lonjakan harga energi dunia.

Berdasarkan data CoinMarketCap pukul 06.30 WIB yang dilansir dari Investor Daily, kapitalisasi pasar kripto global tercatat tumbuh sebesar 0,07 persen menjadi US$ 2,56 triliun, atau bertambah sekitar US$ 75 miliar setelah adanya pengumuman tersebut. Pada hari ini, harga Bitcoin mengalami penguatan sebesar 0,49 persen ke level US$ 76.824 per koin dengan nilai tukar Rp 17.698 per dolar AS.

Kondisi berbeda ditunjukkan oleh Indeks CoinDesk 20 yang merekam pergerakan 20 aset kripto terbesar dengan koreksi sebesar 0,45 persen. Pelemahan ini melanda Ethereum sebesar 0,94 persen ke harga US$ 2.092, Binance (BNB) turun 0,19 persen menjadi US$ 654, Solana (SOL) merosot 0,77 persen ke level US$ 85, Dogecoin (DOGE) ambrol 1,17 persen ke posisi US$ 0,1, dan XRP melemah 0,58 persen menjadi US$ 1,34.

Pemulihan harga Bitcoin dan pasar kripto secara global bermula dari pernyataan Presiden AS Donald Trump yang diunggah melalui media sosial Truth Social pada Sabtu (24/5/2026). Dalam unggahan tersebut, Trump menyatakan bahwa proses diplomasi antara Amerika Serikat, Iran, dan beberapa negara di kawasan Timur Tengah telah mencapai tahap akhir.

"Detail akhir dari kesepakatan saat ini sedang dibahas dan akan segera diumumkan," tulis Trump.

Negosiasi tersebut dilaporkan melibatkan sejumlah negara penentu, meliputi Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Qatar, Pakistan, Turki, Mesir, Yordania, dan Bahrain. Trump turut mengumumkan rencana pembukaan kembali Selat Hormuz yang menjadi jalur pelayaran strategis global.

Meskipun mencatat pertumbuhan pagi ini, pergerakan harga Bitcoin secara teknikal masih dibayangi oleh tekanan pasar karena belum berhasil menembus level resistance di US$ 82.000. Posisi harga aset kripto terbesar di dunia ini juga tercatat masih mengalami koreksi sekitar 39 persen dari titik puncaknya yang diraih pada Oktober tahun lalu.

Adapun kepastian mengenai poin-poin kesepakatan diplomatik ini dipertegas oleh jajaran pemerintahan Amerika Serikat yang mengawal jalannya negosiasi dengan pihak Iran. Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menyampaikan kembali poin mendasar yang menjadi prasyarat utama dalam tercapainya perdamaian tersebut, termasuk perihal kepemilikan senjata nuklir serta akses bebas biaya di Selat Hormuz.

Artikel terkait

Rekomendasi