Sejumlah komoditas pangan utama di pasar tradisional mengalami kenaikan harga signifikan pada Rabu (29/4/2026), dengan lonjakan tertinggi terjadi pada komoditas beras dan cabai rawit merah. Dilansir dari Suara, fluktuasi harga ini terpantau melalui data Panel Harga Pangan Nasional Bank Indonesia (PIHPS) pada laman resmi bi.go.id.
Kenaikan harga beras terjadi merata pada semua kualitas di seluruh lini pasar. Beras kualitas bawah I mencatatkan kenaikan sebesar 6,53 persen atau Rp950 menjadi Rp15.500 per kilogram, sementara beras kualitas bawah II kini dibanderol seharga Rp14.900 per kilogram.
Tren kenaikan juga menyasar beras kualitas medium dan premium di pasar. Beras medium I naik menjadi Rp16.350 per kilogram dan beras medium II melonjak 2,19 persen ke angka Rp16.300 per kilogram, sedangkan beras super I dan II masing-masing bertahan di harga Rp17.450 dan Rp16.950 per kilogram.
Lonjakan paling tajam terjadi pada komoditas cabai rawit merah yang naik drastis sebesar 17,85 persen atau bertambah Rp11.300 dari harga sebelumnya. Saat ini, harga cabai tersebut menyentuh angka Rp54.300 per kilogram, yang diikuti kenaikan cabai merah besar menjadi Rp49.300 per kilogram.
Sebaliknya, harga cabai rawit hijau justru mengalami penurunan tajam hingga 18,16 persen dan kini berada di level Rp40.100 per kilogram. Penurunan ini berbanding terbalik dengan pergerakan harga kelompok cabai lainnya di pasar tradisional.
Di sektor protein hewani, harga daging sapi kualitas I dan II kompak naik sekitar Rp4.000 menjadi Rp152.250 dan Rp144.650 per kilogram. Namun, harga daging ayam ras melandai 4,70 persen ke posisi Rp37.550 per kilogram dan telur ayam turun menjadi Rp31.200 per kilogram.
Komoditas gula pasir premium masih menunjukkan tekanan harga dengan kenaikan 5,43 persen menjadi Rp21.350 per kilogram. Untuk minyak goreng, jenis curah turun ke Rp19.450, namun minyak goreng kemasan bermerek I dan II masing-masing naik menjadi Rp23.850 dan Rp23.000 per kilogram.
Penulis berita mengibaratkan kondisi beban belanja rumah tangga melalui narasi deskriptif berikut.
"Dompet emak-emak tampaknya harus kembali diperas lebih kencang." ujar Suara.
Media tersebut juga memberikan label khusus bagi dua komoditas yang paling banyak mengalami perubahan harga pada periode pemantauan ini.
"Beras dan cabai rawit merah menjadi "aktor utama" yang membebani belanja rumah tangga hari ini." kata Suara.
Kenaikan harga pada beras, cabai, dan gula diprediksi tetap menjadi beban utama pengeluaran rumah tangga dalam beberapa hari ke depan, meskipun terdapat kompensasi dari penurunan harga ayam dan telur.