Kondisi pasar energi global yang belum sepenuhnya stabil terus memengaruhi pergerakan harga minyak mentah dunia. Hal ini berdampak langsung pada penyesuaian tarif bahan bakar di berbagai negara, termasuk untuk jenis BBM non-subsidi di Indonesia yang mekanismenya mengikuti harga pasar internasional.
Dilansir dari Moladin, harga BBM di sejumlah SPBU hingga menjelang akhir bulan ini terpantau belum mengalami perubahan signifikan jika dibandingkan dengan awal bulan. Walaupun sempat terjadi penyesuaian pada beberapa jenis bahan bakar seperti solar non-subsidi, nominal jual dari Pertamina, Shell, BP, dan Vivo masih berada pada kisaran yang relatif sama.
Kenaikan harga pada periode ini paling terasa di segmen BBM diesel non-subsidi seperti Dexlite dan Pertamina Dex yang kini menyentuh angka Rp26 ribu hingga Rp27 ribuan per liter. Penyesuaian pada sektor diesel ini terlihat lebih signifikan dibandingkan dengan kelompok bensin.
Di sisi lain, harga BBM jenis bensin seperti Pertamax dan Pertamax Green cenderung stabil dengan fluktuasi yang tidak terlalu besar. Situasi tersebut membuat dampak kenaikan harga lebih banyak dirasakan oleh para pengguna kendaraan bermesin diesel, terutama untuk operasional dan perjalanan jarak jauh.
Persaingan di segmen diesel premium kembali meningkat setelah Shell mengaktifkan kembali penyaluran produk dieselnya yang sempat mengalami keterbatasan pasokan sejak awal tahun. Kehadiran Shell V-Power Diesel di beberapa wilayah Pulau Jawa ikut menjaga kompetisi antar-SPBU meskipun tren harga energi global masih tinggi.
Berikut adalah rincian harga bahan bakar komersial maupun subsidi dari Pertamina untuk wilayah Jawa yang berlaku pada periode ini.
| Jenis BBM | Harga per Liter |
|---|---|
| Pertalite (RON 90) | Rp10.000 |
| Biosolar (CN 48) | Rp6.800 |
| Pertamax (RON 92) | Rp12.300 |
| Pertamax Green 95 (RON 95) | Rp12.900 |
| Pertamax Turbo (RON 98) | Rp19.900 |
| Dexlite (CN 51) | Rp26.000 |
| Pertamina Dex (CN 53) | Rp27.900 |
Harga BBM di SPBU Swasta (Shell, BP, dan Vivo)
Jaringan SPBU swasta juga menerapkan kebijakan harga yang relatif sejalan dan stabil setelah penyesuaian pada awal bulan. Pergerakan angka di lapangan masih dipengaruhi oleh ongkos distribusi energi internasional serta harga minyak mentah global.
Pada jaringan SPBU BP, penyesuaian harga di awal bulan menempatkan seluruh produknya di level premium yang relatif stabil. Berikut adalah daftar harganya:
- BP 92: Rp12.390 per liter
- BP Ultimate: Rp12.930 per liter
- BP Ultimate Diesel: Rp29.890 per liter
Shell kembali aktif mendistribusikan produk diesel premiumnya untuk menjaga ketersediaan pilihan bagi konsumen. Berdasarkan penyesuaian terakhir pada 9 Mei 2026, harga produknya adalah:
- Shell V-Power Diesel: Rp30.890 per liter
Sementara itu, Vivo mempertahankan harga hasil penyesuaian awal bulan yang masih bertahan hingga periode pengamatan ini, dengan rincian sebagai berikut:
- Revvo 92: Rp12.390 per liter
- Diesel Primus: Rp30.890 per liter
Rincian Harga BBM Pertamina di Beberapa Wilayah Indonesia
Selain wilayah Jawa, penyesuaian harga BBM Pertamina juga berlaku di berbagai daerah lain di Indonesia yang mencakup kategori bensin dan solar. Berikut adalah rincian harga terbaru untuk wilayah Sumatera dan sekitarnya berdasarkan data yang dihimpun:
Wilayah Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Riau:
- Pertalite: Rp10.000
- Biosolar: Rp6.800
- Pertamax: Rp12.600
- Pertamax Turbo: Rp20.350
- Dexlite: Rp26.600
- Pertamina Dex: Rp28.500
Wilayah Aceh:
- Pertalite: Rp10.000
- Biosolar: Rp6.800
- Pertamax: Rp11.550
- Dexlite: Rp24.400
Wilayah Kepulauan Riau:
- Pertalite: Rp10.000
- Biosolar: Rp6.800
- Pertamax: Rp12.900
- Dexlite: Rp27.150