Harga Batu Bara Mayoritas Melonjak Dipicu Gelombang Panas India dan Rumor Ekspor 19 Mei 2026

Harga Batu Bara Mayoritas Melonjak Dipicu Gelombang Panas India dan Rumor Ekspor 19 Mei 2026
Foto: Ilustrasi Harga Batu Bara Mayoritas Melonjak Dipicu Gelombang Panas India dan Rumor Ekspor 19 Mei 2026.

Harga batu bara mayoritas mengalami kenaikan signifikan pada perdagangan Selasa, 19 Mei 2026. Lonjakan konsumsi listrik akibat gelombang panas ekstrem di India menjadi salah satu pemicu utama kenaikan harga ini.

Selain itu, pergerakan pasar komoditas global turut dipengaruhi oleh beredarnya rumor mengenai rencana pembatasan ekspor komoditas dari Indonesia. Kondisi ini memicu kekhawatiran terkait pasokan di pasar internasional.

Berdasarkan data perdagangan yang dilansir dari Investor Daily, pergerakan harga batu bara Newcastle kontrak Mei 2026 mengalami penurunan tipis sebesar US$ 0,1 menjadi US$ 132,4 per ton.

Namun, kontrak untuk bulan-bulan berikutnya melonjak tajam. Kontrak Juni 2026 melesat US$ 1,4 ke level US$ 139,4 per ton, sedangkan kontrak Juli 2026 naik US$ 1,45 menjadi US$ 141,9 per ton.

Tren penguatan yang sama juga terjadi pada harga batu bara Rotterdam. Kontrak Mei 2026 untuk pasar Eropa ini tercatat menguat sebesar US$ 1,85 menjadi US$ 112,45 per ton.

Selanjutnya, kontrak batu bara Rotterdam untuk Juni 2026 melonjak sebesar US$ 4,65 menjadi US$ 118,5 per ton. Sementara itu, kontrak Juli 2026 mengalami kenaikan sebesar US$ 4,1 hingga mencapai level US$ 124,9 per ton.

Dikutip dari TradingView, lonjakan penggunaan energi listrik di India menyentuh level tertinggi sepanjang sejarah pada pekan ini. Cuaca panas ekstrem yang melanda sebagian besar wilayah negara tersebut menjadi penyebab utamanya.

Suhu udara yang sangat tinggi memicu penggunaan perangkat pendingin ruangan secara masif oleh masyarakat. Hal ini mendorong permintaan listrik ke tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Data dari Bloomberg menunjukkan beban puncak listrik di India menyentuh angka 260,45 gigawatt (GW) pada Selasa, 19 Mei 2026. Angka ini memecahkan rekor hari sebelumnya yang berada di posisi 257,4 GW.

Rekor yang tercipta secara beruntun ini memperlihatkan besarnya tekanan terhadap sistem energi nasional India. Wilayah utara dan tengah seperti Uttar Pradesh, Rajasthan, dan Punjab bahkan melaporkan suhu di atas 45 derajat Celsius.

Di ibu kota New Delhi, suhu maksimum dilaporkan bertahan pada kisaran 44 derajat Celsius. India Meteorological Department (IMD) telah merilis peringatan gelombang panas dan memprediksi cuaca ekstrem ini bertahan hingga Juni.

Meskipun permintaan energi melonjak secara drastis, pemerintah India mengklaim jaringan listrik nasional masih beroperasi dengan baik. Namun, data menunjukkan ada gangguan pasokan listrik yang mencapai lebih dari 32 GW pada hari Senin.

Para analis menjelaskan bahwa India saat ini tengah menghadapi fenomena tantangan 'double peak'. Energi surya mampu menyokong kebutuhan pada siang hari, tetapi pasokan malam hari menjadi sangat kritis saat produksi surya terhenti.

Kementerian Energi India memproyeksikan beban puncak listrik selama musim panas ini masih bisa meningkat hingga 270 GW. Sepanjang April lalu, konsumsi energi negara tersebut sudah naik 4 persen menjadi 154 miliar unit.

Di sisi lain, sentimen pasar global juga digoyang oleh kabar mengenai kebijakan ekspor Indonesia. Pemerintah Indonesia dirumorkan bakal mengatur tata niaga ekspor komoditas melalui sebuah badan khusus baru bentukan negara.

Komoditas yang kabarnya akan masuk dalam pengaturan badan baru ini meliputi batu bara, minyak kelapa sawit, hingga mineral logam. Regulasi yang tengah digodok ini disebut akan mewajibkan eksportir menjual produk lewat entitas tersebut.

Langkah pembentukan badan khusus yang menangani ekspor secara langsung ini memicu spekulasi di kalangan pelaku pasar. Pasar mengkhawatirkan adanya potensi pengendalian harga sepihak yang dapat mengganggu kestabilan pasokan energi dunia.

Daftar Pergerakan Harga Batu Bara Global 19 Mei 2026
Jenis Kontrak Batu BaraBulan KontrakPerubahan (US$)Harga Akhir (US$ per Ton)
NewcastleMei 2026-0,10132,40
NewcastleJuni 2026+1,40139,40
NewcastleJuli 2026+1,45141,90
RotterdamMei 2026+1,85112,45
RotterdamJuni 2026+4,65118,50
RotterdamJuli 2026+4,10124,90

Artikel terkait

Rekomendasi