Seorang guru SDN 11 Pulo Gebang bernama Nurlela (39) meninggal dunia dalam insiden kecelakaan yang melibatkan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL di Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi, pada Senin (27/4/2026) malam. Korban mengembuskan napas terakhir saat menjalani perawatan medis di RSUD Bekasi, sebagaimana dilansir dari Megapolitan.
Kecelakaan maut tersebut terjadi sekitar pukul 20.52 WIB di emplasemen Stasiun Bekasi Timur KM 28+920. Peristiwa nahas ini diduga bermula saat KRL jurusan Cikarang menabrak sebuah taksi di perlintasan, yang kemudian berdampak pada rangkaian KA Argo Bromo Anggrek relasi GambirÔÇôSurabaya Pasar Turi.
Kepala Suku Dinas Pendidikan Wilayah I Jakarta Timur, M. Fahmi, mengonfirmasi bahwa Nurlela telah mengabdi di sekolah tersebut sejak tahun 2019. Sosok almarhumah dikenal sebagai pendidik yang memiliki integritas tinggi dan kedekatan emosional yang baik dengan rekan sejawat maupun para siswanya.
"Ibu Nurlela buat kami adalah guru yang baik. Saya bersaksi dia adalah orang yang berdedikasi dan tanggung jawabnya luar biasa," kata Fahmi, Selasa (28/4/2026).
Kepergian Nurlela meninggalkan duka mendalam bagi murid-murid di kelas II C yang dididiknya. Tania, salah satu mantan murid korban yang kini duduk di kelas 4, mengenang cara mengajar almarhumah yang selalu tenang dan penuh kesabaran selama di dalam kelas.
"Bu Ela (Nurlela) tuh baik. Kalau ngajarin itu enggak pernah marah-marah," kata Tania saat ditemui di sekolah.
Nadia, seorang pemilik warung nasi di sekitar sekolah, turut memberikan kesaksian mengenai keseharian Nurlela yang sering bekerja hingga melampaui jam istirahat. Menurutnya, korban seringkali terlalu fokus bekerja dengan laptopnya hingga kerap terlambat untuk menyantap makan siang.
"Biasanya tuh dulu dia suka telat (makan), kesiangan. Soalnya kalau dia sudah di depan laptop, itu fokus banget. Jadi ke sini kayak, ÔÇÿIbu ada apa lagi ya?ÔÇÖ ÔÇÿHabis, Neng,ÔÇÖ terus dia bilang, ÔÇÿOh ya sudah mau digorengin telur dadar aja bu,ÔÇÖ begitu," tutur Nadia.
Kepolisian mencatat total korban jiwa dalam musibah ini mencapai 15 orang, sementara 240 penumpang KA Argo Bromo Anggrek dilaporkan selamat. Seluruh korban saat ini tersebar di delapan fasilitas kesehatan berbeda di wilayah Bekasi untuk proses penanganan lebih lanjut.