Seorang guru PKN di SMAN 1 Purwakarta bernama Syamsiah atau Bu Atun mendonasikan uang apresiasi sebesar Rp 25 juta untuk anak yatim piatu pada Kamis (23/4/2026). Langkah ini diambil setelah ia menerima penghargaan dari Dedi Mulyadi atas ketulusannya memaafkan tindakan tidak terpuji sejumlah muridnya.
Dilansir dari Detikcom, dana puluhan juta rupiah tersebut awalnya diberikan sebagai tambahan tabungan pribadi sang guru. Namun, Syamsiah memilih untuk mengalihkan seluruh bantuan tersebut kepada yayasan yatim yang dibinanya agar manfaatnya menjadi lebih luas.
"Terima kasih banyak Pak, tapi saya niatkan niat baik Bapak menjadi ganda. Rp 25 juta akan saya sumbangkan kepada yayasan yatim yang saya bina," ujar Bu Atun, Guru SMAN 1 Purwakarta.
Penolakan secara halus untuk menggunakan uang tersebut secara pribadi didasari oleh prinsip hidup yang tidak mengejar kemewahan. Syamsiah menegaskan bahwa fokus utamanya saat ini adalah pengabdian yang memberikan ketenangan spiritual.
"Doakan saya Pak, mudah-mudahan mendapat ridho Allah dan menjadi hamba Allah yang mulia, karena itu yang saya dambakan dalam hidup saya," sambung Bu Atun, Guru SMAN 1 Purwakarta.
Apresiasi ini diberikan Dedi Mulyadi (KDM) menyusul video viral yang menunjukkan Syamsiah mendapatkan perlakuan kurang menyenangkan dari siswanya. Dalam rekaman tersebut, seorang murid terlihat mengarahkan jari tengah ke arah sang guru sesaat setelah kegiatan belajar mengajar berakhir.
Meski dilecehkan secara verbal dan sikap, Syamsiah menolak untuk menempuh jalur hukum. Ia berkeyakinan bahwa setiap anak didik masih memiliki kesempatan luas untuk memperbaiki karakter dan perilaku mereka di masa depan.
"Itu kasihan, generasi masih panjang waktunya dia untuk merubah berbuat baik. Yang salah nggak selamanya salah Pak, yang nakal enggak selamanya nakal," tutur Bu Atun, Guru SMAN 1 Purwakarta.
Selain memberikan donasi uang tunai, Dedi Mulyadi juga memfasilitasi sekolah dengan pemasangan perangkat pendingin udara (AC) di ruang kelas. Fasilitas ini bertujuan untuk menunjang kenyamanan seluruh siswa dan tenaga pendidik selama proses pembelajaran berlangsung.
"Nah berkah Ibu hari ini, juga bukan hanya Ibu, seluruh anak di sini yang menikmati karena kemudian seluruh ruangannya pakai AC baru," kata Dedi Mulyadi, Politisi.
Syamsiah mengaku baru mengetahui tindakan siswanya tersebut setelah rekaman videonya tersebar luas di media sosial. Komitmennya untuk tetap mendidik tanpa rasa dendam menjadi dasar keputusan untuk tidak melaporkan insiden tersebut kepada pihak berwajib.
"Saya tidak akan pernah melapor. Mindset saya adalah ingin mengubah anak didik menjadi orang yang berakhlak tinggi dan selamat dunia akhirat," ungkap Bu Atun, Guru SMAN 1 Purwakarta.