Akses transportasi masih menjadi tantangan besar bagi masyarakat, terutama saat cuaca ekstrem melanda wilayah pesisir. Masalah ini menjadi perhatian serius dari Gubernur Papua, Matius D. Fakhiri.
Saat mengunjungi Kabupaten Kepulauan Yapen, seperti dikutip dari Medcom, ia menegaskan pentingnya pembangunan jalur barat. Selain itu, peningkatan fasilitas Bandara Stevamus Rumbewas di Serui juga dinilai mendesak demi memperkuat konektivitas, layanan kesehatan, hingga roda ekonomi masyarakat.
Matius D. Fakhiri menjelaskan bahwa jalur barat memiliki peran yang sangat vital. Jalur tersebut menjadi penghubung utama wilayah utara Yapen, terutama ketika kondisi laut tidak memungkinkan untuk diarungi.
ÔÇ£Di waktu tertentu, bulan Oktober sampai Februari, ombak di wilayah sini bisa sampai 4-5 meter. Ini pasti akan menyulitkan masyarakat untuk beraktivitas kalau mau ke Serui, khususnya apabila ada yang sakit,ÔÇØ ujar Fakhiri.
Cuaca ekstrem tersebut sering mengganggu berbagai aktivitas masyarakat. Dampaknya mulai dari terhambatnya distribusi barang, perjalanan warga, hingga menyulitkan akses pasien yang ingin menuju ke fasilitas kesehatan.
Oleh karena itu, Pemerintah Provinsi Papua berencana melakukan perbaikan pada sejumlah jembatan di jalur barat. Proyek ini mencakup langkah untuk mengganti jembatan kayu yang dinilai sudah tidak layak untuk digunakan.
Bagi Matius D. Fakhiri, pembangunan infrastruktur bukan sekadar menyediakan jalan yang mulus. Fasilitas tersebut menyangkut keberlangsungan hidup masyarakat di kampung nelayan serta wilayah pertanian.
ÔÇ£Kalau akses putus, mata rantai ekonomi juga putus. Berarti percuma kita bicara menumbuhkan ekonomi,ÔÇØ katanya.
Perhatian pemerintah tidak hanya diarahkan pada jalur darat, tetapi juga ke Bandara Serui. Saat ini, panjang landasan pacu bandara tersebut sekitar 1,6 kilometer, namun sebagian runway mengalami kerusakan akibat bencana gempa bumi.
Perbaikan fasilitas bandara tersebut dikabarkan sudah dimasukkan oleh pemerintah pusat ke dalam program APBN. Pada saat yang sama, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Yapen juga mengusulkan penambahan runway sepanjang 250 meter yang akan mendapat dukungan dari Pemerintah Provinsi Papua.
Peningkatan kapasitas ini diharapkan membuat pesawat jenis ATR dapat mendarat dengan lebih optimal di Serui. Kehadiran akses udara yang lebih baik diyakini dapat membantu mobilitas warga, mempercepat distribusi hasil laut, hingga mendukung layanan kesehatan rujukan ke Biak.
ÔÇ£Kami berharap pesawat ATR bisa landing sehingga aktivitas bandara lancar dan masyarakat dapat bepergian dengan baik,ÔÇØ ucapnya.
Di tengah tantangan geografis Papua yang tidak mudah, pembangunan akses jalan dan bandara menjadi langkah penting agar masyarakat tetap terhubung. Infrastruktur tersebut sangat dibutuhkan untuk mendukung kebutuhan ekonomi maupun keselamatan hidup sehari-hari.