Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan menyatakan keprihatinannya atas polemik penilaian dewan juri dalam Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI tingkat provinsi yang digelar di Pontianak pada Selasa (12/5/2026). Masalah ini menjadi sorotan nasional setelah rekaman video kesalahan juri beredar di media sosial.
Kekecewaan ini muncul akibat ketidaktelitian juri saat memberikan poin pada babak final yang berlangsung Sabtu (9/5/2026). Sebagaimana dilansir dari Investor Daily, kesalahan tersebut dinilai mencederai sportivitas kompetisi pendidikan bagi siswa sekolah menengah tersebut.
"Tentu saya sangat menyayangkannya ya," ujar Ria Norsan, Gubernur Kalimantan Barat.
Norsan menekankan bahwa penyelesaian masalah ini harus dilakukan secara transparan dan bijaksana. Hal tersebut penting dilakukan guna memulihkan kepercayaan publik terhadap integritas penyelenggaraan perlombaan di daerah.
"Saya memberikan perhatian serius terhadap persoalan ini. Nanti akan kita telaah lebih lanjut dan saya juga akan berkomunikasi dengan Kepala Dinas Pendidikan. Dalam sebuah perlombaan, terutama yang diikuti pelajar, rasa keadilan harus benar-benar dijaga," ujar Ria Norsan.
Pemerintah provinsi akan melakukan koordinasi internal untuk mengevaluasi prosedur penilaian tersebut. Norsan mengkhawatirkan dampak jangka panjang terhadap motivasi belajar dan mental para peserta didik yang terlibat.
"Anak-anak ini datang membawa semangat, membawa nama sekolah dan daerah. Jadi dewan juri mestinya lebih bijaksana, sehingga tidak membuat mental maupun psikis peserta didik menjadi jatuh saat berlomba," tegas Ria Norsan.
Kejadian ini bermula saat babak rebutan yang mempertemukan Tim C dari SMAN 1 Pontianak dan Tim B dari SMA Sambas. Tim C menjawab pertanyaan tentang pemilihan anggota BPK namun dinyatakan salah oleh juri, yang kemudian berujung pada pengurangan skor.
Ironisnya, Tim B kemudian memberikan jawaban yang identik dengan Tim C dan dinyatakan benar oleh juri dengan tambahan 10 poin. Protes yang dilayangkan oleh pihak SMA Pontianak saat perlombaan justru ditanggapi dengan sikap juri yang dinilai menyudutkan siswa.
Ria Norsan berharap insiden ini tidak terulang kembali di masa depan. Ia menuntut adanya objektivitas penuh dalam setiap ajang edukasi agar nilai-nilai pendidikan tetap terjaga.